APAKAH BAHAYA CAMPAK JERMAN PADA KEHAMILAN?

Ditulis Oleh | Kamis, 26 Juli 2018 06:26 | Dibaca : 42 Kali | Terakhir Diperbaharui : Kamis, 26 Juli 2018 07:24
Ibu Hamil dan Campak Ibu Hamil dan Campak

Setiap tahun dilaporkan lebih dari 11.000 kasus diduga campak, dan hasil konfirmasi laboratorium menunjukkan 12–39% di antaranya adalah campak pasti (lab confirmed) sedangkan 16–43% adalah campak jerman pasti. Pada tahun 2013 di Indonesia diperkirakan terdapat 2.767 kasus CRS.


Campak jerman atau rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Tanda dan gejala campak jerman sangat ringan sehingga sulit untuk dikenali. Tanda dan gejala umumnya muncul pada dua hingga tiga minggu setelah terpapar virus. Infeksi virus rubella pada kehamilan menyebabkan kerusakan paling parah ketika ibu terinfeksi pada awal kehamilan terutama pada usia 12 minggu pertama.

Congenital Rubella Syndrome (CRS)

Congenital Rubella Syndrome (CRS) merupakan cacat lahir yang dialami janin karena ibunya terinfeksi virus rubella. Wanita hamil yang terinfeksi rubella beresiko mengalami keguguran atau meninggal saat kelahiran. Lebih dari 90% bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi campak jerman akan mengalami CRS.

Cacat lahir yang paling sering terjadi pada kasus CRS meliputi:

  • Ketulian
  • Katarak
  • Gangguan atau kelainan jantung
  • Kecacatan intelektual
  • Kerusakan hati dan limfa
  • Berat badan rendah
  • Ruam kulit saat lahir

Terdapat beberapa komplikasi yang kurang umum terjadi pada kasus CRS, seperti:

  • Glaukoma
  • Kerusakan otak
  • Gangguan pada hormon tiroid
  • Peradangan pada paru-paru.

Apakah penyebab terjadinya campak jerman?

Penyebab campak jerman adalah virus yang berpindah dari orang ke orang yang lain. Campak jerman dapat menyebar melalui kontak langsung dari batuk atau bersin atau lendir orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi dari ibu yang mengandung ke janinnya melalui darah.

Campak jerman dapat menular ke orang lain mulai dari 10 hari sebelum timbulnya ruam pada kulit hingga satu atau dua minggu setelah ruam hilang. Kasus campak jerman umumnya terjadi pada orang dewasa yang tidak mendapatkan vaksinasi.

Bagaimana cara mencegah terinfeksi campak jerman selama kehamilan?

Wanita yang sedang merencanakan kehamilan harus memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan darah dilakukan untuk memastikan bahwa tidak terinfeksi rubella dan memiliki antibody terhadap rubella. Umumnya wanita yang merencanakan hamil harus mendapatkan vaksinasi sebelum masa kehamilan. Vaksin MMR (measles-mumps-rubella) merupakan vaksin virus yang hidup tetapi dilemahkan, wanita yang sedang hamil dan belum mendapatkan vaksin maka harus menunggu sampai setelah melahirkan. Wanita hamil tidak boleh menerima vaksin untuk campak jerman.

Melakukan pemeriksaan darah sebelum kehamilan untuk melihat sistem kekebalan tubuh yang terbentuk pada tubuh. Jika diperlukan untuk mendapatkan vaksinasi untuk campak jerman maka sebaiknya harus menunda untuk kehamilan sampai satu bulan setelah mendapatkan vaksin MMR. Idealnya setelah pemeriksaan darah untuk memastikan bahwa sistem kekebalan tubuh terbentuk untuk virus campak jerman.

Lindungi diri sendiri dan anak anda dengan mendapatkan vaksin secara berkala

 

 Sumber : Viva Health

Junita I.Kristine

Pengelola Website Resmi Puskesmas Penfui, Tenaga Promosi Kesehatan

puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.