Oktalina V Purba

Oktalina V Purba

Staff Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

Website URL: http://puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

(Kupang, 14/07/2020) – Selama masa pandemi Covid-19, layanan posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) harus tetap berjalan. Dalam pelaksanaannya di lapangan, pelaksanaan Posyandu ini harus tetap mengikuti protokol kesehatan.

Posyandu harus tetap berjalan dengan mengikuti protokol yang berlaku, seperti jaga jarak dan menggunakan APD bagi tenaga kesehatan, serta bagi masyarakat harus tetap menggunakan masker.

Dalam rangka mengantisipasi dan memerangi penyebaran Covid-19, petugas UPTD Puskesmas Penfui selalu menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) pada saat memberi pelayanan kepada para pasien. Walaupun ditengah pandemi semua petugas tetap semangat memberi pelayanan yang tearbaik kepada masyarakat, agar masyarakat tetap sehat.

Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan hari ini di wilayah kerja UPTD.Puskesmas Penfui yaitu Posyandu Buanin di rt.01 rw.01 kelurahan Naimata Kota Kupang berlangsung dengan lancar, para petugas kesehatan puskesmas Penfui dan petugas dari Pustu Naimata yang terlibat antara lain, Ibu Ana Refiali ( Nutrisionist), Ibu Novita Megoth ( Bidan ), dan ibu Theresia Fahik ( Penyuluh Kesehatan ), petugas kelurahan, para kader, serta petugas lintas sektor terkait. Kegiatan Posyandu meliputi, : Pendaftaran, Penimbangan, Pengisian KMS, Penyuluhan, dan Pelayanan kesehatan Imunisasi.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dan perhatian dari pihak kelurahan yang juga menyediakan thermogun. Saat dipendaftaran ada petugas yang melakukan screening, apabila hasil deteksi thermogun suhu diatas 38°, dan batuk pilek tidak diperbolehkan masuk. Semua orang tua balita yang datang membawa sarung sendiri untuk  timbang badan agar saat timbang badan tidak menggunakan sarung timbang bersama-sama. Kegiatan Posyandu diberi jadwal yaitu di mulai dari jam 8 s/d jam 9 yakni 1 rt, jam 9 s/d jam 10 yakni 1rt, begitu seterusnya, agar di posyandu tidak terlalu menumpuk.

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.

 

 

 

KUPANG,  Kepala Puskesmas dan staff  Puskesmas Penfui kota kupang, Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan kawasan didalam dan diluar gedung Puskesmas, Jumat (11 Juli 2020). Kegiatan yang dilaksanakan UPTD. Puskesmas Penfui sebagai kegiatan rutin hari jumat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Bukan hanya Puskesmas induk, gotong royong jumat bersih juga di lakukan di semua pustu wilayah kerja UPTD.Puskesmas Penfui, yaitu Pustu Air Baru, Pustu Naimata, dan Pustu Maulafa.

Kegiatan gotong royong bertujuan agar lingkungan tetap bersih dan elok dipandang mata, jauh dari sakit penyakit berbasis lingkungan sehingga kita selalu sehat.  Para petugas Puskesmas penfui dengan semangat melaksanakan kegiatan gotong royong jumat bersih, sehabis melakukan kegiatan jumat bersih petugas kembali melakukan kegiatan pelayanan kesehatan, yang mana dimulai pendaftran jam 8.00 WITA.

Dr. Maria Stephani (Kepala Puskesmas Penfui) juga  mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan Nyamuk Aedes Aeghypti sebagai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penghujan masih ada juga , untuk itu tetap diharapkan waspada dengan selalu melakukan kegiatan 3M  (Menguras, Mengubur, Menutup). Sehingga perlu adanya kesadaran setiap warga menghidupkan kembali rasa gotong royong.

Kebersihan adalah sebagian dari iman, kebersihan juga bagian dari kesehatan, alangkah indahnya jika kebersihan kita selalu lakukan agar kita selalu sehat.

 

 

Manfaat daun kelor untuk kesehatan

Sebagai komponen yang kerap digunakan dalam obat-obatan tradisional, manfaat daun kelor untuk kesehatan ternyata bukan mitos. Beberapa penelitian menyebutkan, daun yang satu ini bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti:

Tidak hanya buah-buahan, daun kelor juga mengandung vitamin C

  1. Memberikan nutrisi untuk tubuh

Daun kelor adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Dalam sekitar 20 gram daun kelor yang telah dipotong-potong, terkandung nutrisi sebagai berikut:

  • Protein: 2 gram
  • Vitamin B6: 19% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin C: 12% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Zat besi: 11% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Riboflavin (vitamin B2): 11% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin A: 9% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Magnesium: 8% dari rekomendasi konsumsi harian
  1. Kaya akan antioksidan

Antioksidan dapat membantu tubuh mencegah penyakit kronis berbahaya. Sebab, kandungan ini dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Kadar radikal bebas yang terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit seperti diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit jantung.

  1. Membantu menurunkan kadar gula darah

Daun kelor juga disebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Sayangnya, belum banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat daun kelor dalam hal ini.

  1. Membantu meredakan peradangan

Daun kelor mengandung isotiosianat, yang merupakan zat antiperadangan. Sehingga, tumbuhan ini dipercaya dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di tubuh.

  1. Menurunkan kolesterol

Manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh selanjutnya adalah untuk bantu menurunkan kolesterol. Pada daun kelor, efek penurun kolesterolnya disebut mirip dengan almond dan oats.

  1. Melindungi tubuh dari keracunan arsen

Pada penelitian yang dilakukan di hewan uji, daun kelor disebut dapat melindungi tubuh dari racun arsenik, yang tidak jarang bisa masuk ke tubuh melalui kontaminasi makanan dan air.

 

  1. Membantu mengatasi kanker

Manfaat daun kelor lain yang tak kalah hebat adalah kemampuannya dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini membuat daun kelor juga berguna dalam membantu kemoterapi lebih efektif.

  1. Baik untuk daya ingat

Kandungan antioksidan serta zat-zat kimia yang ada dalam daun kelor, dipercaya  dapat meredakan stres, dan peradangan di otak. Hal ini membuatnya baik untuk meningkatkan daya ingat.

  1. Baik untuk jantung

Ekstrak daun kelor, disebut berpotensi mengatasi dislipidemia, salah satu jenis penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh.

  1. Mencegah anemia

Kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalam daun kelor membuatnya dipercaya dapat membantu mencegah anemia. Meski begitu, penelitian lebih jauh masih perlu dilakukan untuk memastikan manfaat daun kelor ini.

  1. Berpotensi mengatasi infeksi bakteri

Ekstrak daun kelor, juga dipercaya dapat membantu meredakan infeksi yang terjadi akibat bakteri. Pasalnya, tanaman ini mengandung bahan yang bersifat antimikrobial, sehingga mampu memusnahkan bakteri, terutama bakteri berjenis gram positif

.

Pada usia menopause, kadar antioksidan di tubuh memang akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat daun kelor tersebut.

  1. Baik untuk anak yang malnutrisi

Salah satu manfaat daun kelor yang belum banyak diketahui adalah kemampuannya dalam membantu meningkatkan berat badan pada anak-anak dengan malnutrisi. Manfaat ini bisa didapat dengan mengonsumsi bubuk kelor selama dua bulan secara teratur.

Meski begitu, jangan serta-merta memberikan olahan daun ini pada anak. Perhatikan efek samping yang mungkin terjadi dan diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keamanannya.

Daun kelor sangat direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kandungan daun kelor sangat baik juga untuk orang dewasa. Manfaat daun kelor bagi orang dewasa adalah mampu meningkatkan kecantikan seseorang.

 

Sumber:sehatq.com

KUPANG, UPTD. Puskesmas Penfui menerima bantuan dari beberapa sumber yaitu Etnis Tionghoa, NTT Peduli, Yayasan Hands of Hope Indonesia, TP-PKK Provinsi NTT, Rumah Sakit Kartini, Yayasan Jasa Perkasa Citra Cemerlang, Apotik Crystal, Ibu Ade Laura dari Bogor, Dinas Kesehatan, Bhayangkari dan orang tua murid grade 6  Sekolah Dian Haparan, Bhayangkari  Daerah NTT, Fakultas Kedokteran Undana Kupang, PT.Wika Adhi Jaya, Bapak Ferdy Ongkosaputra, Keluarga Besar JZZ. Amalo, Dekrenasda NTT, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bapak Paul Liyanto, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dan beberapa donatur lainnya. Bantuan yang disumbang berupa alat pelindung diri (APD) berupa masker, face shield, hand sanitizer, sarung tangan, penutup kepala, hazmat, kaca mata (google), bubur merungga, susu, telur dan lain sebagainya, yang diberikan kepada  UPTD. Puskesmas Penfui di kota Kupang. Bantuan APD ( Alat Pelindung Diri ) tersebut diterima langsung oleh kepala UPTD. Puskesmas Penfui dr. Maria Stephani

 Ini merupakan bentuk kepedulian kepada petugas kesehatan dan petugas lainnya (non kesehatan) di UPTD. Puskesmas Penfui di Kota Kupang untuk turut membantu pemerintah memerangi penyebaran Covid-19.

Dalam rangka mengantisipasi dan memerangi penyebaran Covid-19, petugas UPTD Puskesmas Penfui selalu menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) pada saat memberi pelayanan kepada para pasien. Walaupun ditengah pandemi semua petugas tetap semangat memberi pelayanan yang tearbaik kepada masyarakat, agar masyarakat tetap sehat.

" Puji Tuhan, terima kasih banyak atas support dan bantuan dari beberapa sumber.  Kami memang sangat membutuhkan APD  dalam pelayanan kami kepada pasien, semoga rezeki semua donatur yang telah tergerak hatinya akan dilipatgandakan oleh yang Maha Kuasa," kata dr. Maria Stephani.

 

Beberapa Cara Memperkuat Sistem Imun untuk Mencegah Virus Corona

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun, ada hal-hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang, antara lain penuaan, kurang gizi, penyakit, bahkan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perlu senantiasa dijaga agar daya tahan tubuh kuat.

Berikut adalah cara-cara alami yang bisa Anda lakukan untuk menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi

Konsumsi makanan yang kaya akan   antiokidan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Jika di dalam tubuh Anda banyak terdapat radikal bebas, kerja sistem imun bisa terganggu dan Anda jadi lebih mudah terkena infeksi virus Corona.

Selain itu, untuk menjaga imunitas tubuh, diperlukan juga asupan  nutrisi yang cukup. Perbanyak konsumsi daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta biji-bijian agar daya tahan tubuh Anda kuat. Bawang dan jahe juga baik untuk dikonsumsi karena kandungannya diyakini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meredakan peradangan.

  1. Berolahraga dengan rutin

Olahraga juga terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan. Namun, perlu Anda ingat, olahraga yang dilakukan secara teratur memiliki efek yang lebih baik terhadap sistem imun dibandingkan olahraga yang hanya sesekali. Jadi, sempatkanlah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.

  1. Mengelola stres dengan baik

Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Kadar hormon kortisol yang tinggi dapat mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi. Oleh karena itu, upayakan untuk mengelola stres dengan baik supaya sistem imun Anda tetap terjaga dan kuat melawan infeksi virus Corona.

Stres bisa dikendalikan dengan hal yang sederhana, misalnya dengan tidur cukup setiap harinya. Anda juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan supaya tubuh dan pikiran Anda rileks, misalnya berkumpul dengan teman, bertamasya, mengerjakan hobi Anda, atau melakukan meditasi.

  1. Beristirahat yang cukup

Walaupun terdengar sederhana, kurang tidur terbukti bisa menimbulkan dampak yang buruk pada kesehatan. Salah satunya adalah penurunan daya tahan tubuh, sehingga beragam penyakit dapat lebih mudah menyerang.

Tidur yang cukup dapat membuat tubuh Anda lebih kuat melawan paparan virus Corona. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–8 jam setiap harinya, sedangkan anak-anak memerlukan waktu tidur 10 jam atau lebih.

  1. Mengonsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh

Untuk mencegah infeksi virus Corona, Anda juga dapat mempertimbangkan konsumsi suplemen yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Kandungan vitamin dan mineral dalam suplemen, seperti vitamin C (sodium ascorbate), vitamin B3 (nicotinamide), vitamin B5 (dexpanthenol), vitamin B6 (pyridoxine hcl), vitamin E (alpha tocopheryl), zinc picolinate, dan sodium selenite, dapat meningkatkan kinerja sistem imun dalam melawan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri, termasuk infeksi virus Corona. Di sisi lain, vitamin B3, B5, dan B6 dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat sakit.

Selain memperkuat daya tahan tubuh dengan beragam cara di atas, Anda juga perlu melakukan upaya untuk mencegah penularan virus corona, yaitu:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan air dan sabun, atau dengan hand sanitizer
  • Tidak menyentuh wajah, hidung, dan mata dengan tangan yang kotor atau belum dicuci
  • Menghindari pergi ke daerah yang sudah terjangkit virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus

Jika memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda rentan terhadap infeksi, atau jika Anda harus berpergian ke tempat yang rawan infeksi virus Corona, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai hal-hal yang perlu Anda lakukan agar terhindar dari infeksi ini.

Ayo, kita sama-sama menjaga daya tahan tubuh yang kuat dengan berolahraga yang rutin, mengelola stres, beristirahat, dan mengonsumsi makanan bergizi, serta suplemen penunjang daya tahan tubuh dengan kumpulan vitamin dan kumpulan mineral!

Sumber alodokter.com

Apa itu Covid-19?

Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok.

Serupa dengan penyakit oleh karena virus corona lainnya, virus COVID-19 juga menyerang sistem pernapasan.

Virus ini pertama kali diperkenalkan sebagai novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Novel berarti baru, sehingga memiliki arti bahwa ini adalah virus corona yang baru ditemukan dan belum pernah menginfeksi ke orang lain.

Awalnya, virus penyebab Covid-19 ini diduga menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Tempat penularan pertama diduga terjadi di pasar hewan liar Huanan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

 

 GEJALA COVID19

Saat pertama kali muncul di dataran Tiongkok, infeksi virus SARS-CoV-2 menimbulkan gejala yang cukup berat, di antaranya seperti pneumonia (infeksi jaringan paru) dan sesak napas. Namun, seiring perkembangannya, ditemukan bahwa kebanyakan kasus menunjukkan gejala covid lebih ringan.

Meski begitu, secara umum, infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) ini menimbulkan gejala seperti:

  • Demam yang cukup tinggi
  • Batuk berdahak
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit dada saat bernapas atau batuk

Tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis terdahulu, seperti  penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit atau gejala yang lebih serius.

Maka itu, efek penyakit COVID-19 pada setiap orang mungkin akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan mereka saat itu.

Secara umum, gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti influenza. 

Selain itu, gejala COVID-19 juga ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan. Pada kasus tertentu, infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare. Bahkan, beberapa orang melaporkan kehilangan indra penciuman dan pengecapan mereka saat terinfeksi coronavirus. 

 

Gejalanya yang mirip dengan penyakit pernapasan lainnya mungkin membuat Anda bingung apakah yang Anda alami flu biasa atau justru infeksi virus corona baru yaitu SARS-CoV-2.

Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda dan gejala Covid-19, atau ketika Anda merasa telah terpapar virus tersebut.

Berikut adalah kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera:

  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Nyeri atau merasa tekanan yang menetap di dada
  • Bibir atau wajah kebiru-biruan

Seperti yang telah disebutkan, Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona baru ini kemudian diberi nama SARS-CoV-2.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa virus corona yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019.

PENULARAN

Pada awal kemunculannya, kasus ini diyakini menular dari melakukan kontak langsung dengan hewan pembawa coronavirus.

Meski begitu, jumlah infeksi yang kian meluas bahkan di luar Tiongkok diyakini bahwa Covid-19 menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang dikeluarkan oleh sistem pernapasan (droplets). Air liur yang keluar saat bicara atau bersin adalah droplets.

Beberapa kemungkinan yang dapat menularkan virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, antara lain:

  • Melalui droplets (air liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa menutup mulut, bahkan berbicara). 
  • Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi. 
  • Menyentuh permukaan atau benda yang terkena virus , kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut. 

SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19 memiliki masa hidup yang berbeda-beda ketika berada di luar tubuh (permukaan benda), misalnya:

  • Permukaan tembaga, mampu hidup hingga 4 jam
  • Karton/kardus, hingga 24 jam
  • Plastik dan stainless steel, hingga 2-3 jam

Kemampuan virus baru ini dalam hal bermutasi juga menjadi salah satu teori yang dipercaya membuatnya mudah menular.

Diagnosis dan Pengobatan

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter untuk  mendiagnosis pasien covid-19.

  • Memeriksa riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan
  • Menanyakan riwayat perjalanan.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Melakukan tes darah.
  • Melakukan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, dari hidung atau spesimen pernapasan lainnya.

Beberapa metode yang juga digunakan untuk mendiagnosis virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yakni:

Tes cepat (rapid test) 

Rapid tes atau tes cepat adalah pemeriksaan imunoglobulin sebagai screening awal. Tes imunoglobulin ini merupakan pemeriksaan reaksi antibodi tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. Apabila terdeteksi adanya antibodi terhadap virus ini di dalam tubuh, seseorang dapat dikatakan positif Covid-19, sekalipun ia tak bergejala.

Tes ini lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan tes PCR untuk Covid-19. Meski begitu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap harus dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Pemerintah Indonesia melakukan tes ini dengan tujuan mengetahui lebih cepat sejauh mana penyebaran virus corona sehingga bisa ditekan. Namun, tes ini memiliki sensitivitas lebih rendah.

Itu sebabnya, orang yang hasilnya positif pada tes ini akan tetap melakukan konfirmasi lagi dengan mengikuti tes Covid-19 RT-PCR.

Covid-19 RT-PCR

Dilansir dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Covid-19 dapat didiagnosis dengan melakukan tes Covid-19 RT-PCR., mungkin lebih akrab mendengarnya dengan sebutan tes PCR untuk Covid-19.

Covid-19 RT-PCR bertujuan untuk menentukan adanya asam nukleat (materi genetik) dari SARS-CoV-2 pada bagian pernapasan atas dan bawah.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang berasal saluran pernapasan orang yang dicurigai terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Di Indonesia sendiri, metode yang paling sering digunakan untuk mengambil sampel adalah swab.

Metode ini dilakukan dengan mengusapkan kapas (cotton bud) untuk mengambil sampel cairan/lendir dari tenggorokan.

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggunakan beberapa status yang berhubungan dengan Covid-19 sebelum menetapkan diagnosis penyakit ini.

Dikutip dari  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian coronavirus disease ( Covid-19 ), berikut adalah tahapan-tahapan pasien sebelum ia pasti dinyatakan positif Covid-19:

  1. Orang dalam Pemantauan (ODP)

Seseorang yang mengalami demam (lebih dari 38℃) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk. ODP juga termasuk orang yang punya riwayat bepergian ke daerah di mana wabah terjadi.

  1. Pasien dalam Pengawasan (PDP)

Disebut juga suspek yaitu seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). PDP juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat perjalanan ke lokasi wabah terjadi pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. PDP juga seseorang yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 selama 24 hari terakhir.

  1. Kasus Probabel

Orang yang masuk dalam kategori ini adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang diperiksa untuk Covid-19. Meski begitu, dalam tahap ini masih belum dapat disimpulkan apakah positif atau tidak.

  1. Kasus konfirmasi

Orang pada tahap ini sudah ditetapkan memiliki Covid-19 melalui hasil pemeriksaan laboratorium yang positif.

CARA PENCEGAHAN

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk  mencegah virus corona penyebab Covid-19. Penelitian masih terus dilakukan untuk segera menemukan penangkalnya.

Meski begitu, Anda masih bisa melakukan sesuatu untuk mencegah Covid-19, di antaranya:

  • Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air.
  • Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakan  hand sanitizer berbasis alkohol.
  • Hindari berjabat tangan dengan orang lain untuk sementara waktu.
  • Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan. 
  • Tetaplah dirumah sakit jika sakit alias lakukan isolasi diri.  
  • Lakukan social distancing atau memberi jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, khususnya yang sedang batuk atau bersin.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

 

Sumber : Hellosehat.com

 

 

 

 

 

 

 

KUPANG. Pada  beberapa minggu belakangan ini musim hujan  berdampak pada penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Puskesmas Penfui melakukan abatesasi pada hari sabtu  (08/2/2020), di wilayah kerja Puskesmas penfui, ada tiga kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas Penfui, yaitu Kelurahan Penfui, Kelurahan Naimata, dan Kelurahan Maulafa.

Kegiatan Abatesasi di bantu  60 orang mahasiswa dari tiga kampus yaitu  mahasiswa dari Poltekkes, mahasiswa Stikes Maranatha, serta mahasiswa dari Universitas Citra Bangsa, untuk membagi langsung kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Penfui dan petugas medis dari Puskesmas Penfui. Sebelum turun kelapangan kepala Puskesmas Penfui ibu dr. Maria Stephani dan pengelola DBD yaitu ibu Naurma Y Do Lalu memberi briefing, yaitu membagi kelompok untuk turun langsung ke rumah-rumah penduduk wilayah kerja puskesmas Penfui, dan memberi info tentang takaran abate pada bak penampungan air, dan memantau jentik nyamuk yang ada di bak penampungan air, atau di benda-benda sekitar apakah ada jentik nyamuk.

Demam berdarah atau dikenal dengan DBD adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Ada dua jenis nyamuk yang menjadi kurir penyebaran virus dengue, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah  nyamuk betina jenis Aedes aegypti.

Abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi, jambangan bunga dan sebagainya dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD. Pemberian serbuk abate dilakukan dua sampai tiga bulan sekali, dengan takaran 10 gr abate untuk 100 liter air.

Meskipun Puskesmas  Penfui juga  sudah membagi abate kepada masyarakat, Puskesmas Penfui juga menggalakkan program Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M

   Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang kurangnya seminggu sekali.

  Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

  Mengumpulkan, menguburkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik, dan lain-lain.

Hal ini dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah.

Selain cara 3 M ada bberapa cara agar kita bisa terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu :

  1. Mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging).
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan barang-barang bekas penampung air lainnya yang ada di rumah maupun diluar rumah.
  4. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah.
  5. Memasang kelambu
  6. Memakai losion anti nyamuk, namun jangan gunakan losion pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  7. Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi dari gigitan nyamuk.

Untuk itu mari kita tingkatkan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dengan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). okpur

 

 

 

 

 

PUSKESMAS PENFUI MELAKUKAN ABATESASI.....

Selasa, 11 Februari 2020 14:41

 

KUPANG. Pada  beberapa minggu belakangan ini musim hujan  berdampak pada penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Puskesmas Penfui melakukan abatesasi pada hari sabtu  (08/2/2020), di wilayah kerja Puskesmas penfui, ada tiga kelurahan untuk wilayah kerja Puskesmas Penfui, yaitu Kelurahan Penfui, Kelurahan Naimata, dan Kelurahan Maulafa.

Kegiatan Abatesasi di bantu oleh  60 mahasiswa dari Stikes Marantha dan Stikes CHMK untuk membagi langsung kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Penfui, sebelum turun kelapangan kepala Puskesmas Penfui ibu dr. Maria Stephani dan pengelola DBD yaitu ibu Naurma Y Do Lalu memberi briefing, yaitu membagi kelompok untuk turun langsung ke rumah-rumah penduduk wilayah kerja puskesmas Penfui, dan memberi info tentang takaran abate dalam bak penampungan air, memantau jentik nyamuk yang ada di bak penampungan air, atau di benda-benda sekitar apakah ada jentik nyamuk.

Demam berdarah atau dikenal dengan DBD adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Ada dua jenis nyamuk yang menjadi kurir penyebaran virus dengue, yaitu Aedes aegypty dan Aedes albocpictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah  nyamuk betina jenis Aedes aegypty.

Abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi, jambangan bunga dan sebagainya dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk A. Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD. Pemberian serbuk abate dilakukan dua sampai tiga bulan sekali, dengan takaran 10 gr abate untuk 100 liter air.

Meskipun Puskesmas  Penfui juga  sudah membagi abate kepada masyarakat, Puskesmas Penfui juga menggalakkan program Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M

   Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang kurangnya seminggu sekali.

  Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

  Mengumpulkan, menguburkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik, dan lain-lain.

Hal ini dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah.

Selain cara 3 M ada bberapa cara agar kita bisa terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu :

  1. Mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging).
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan barang-barang bekas penampung air lainnya yang ada di rumah maupun diluar rumah.
  4. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah.
  5. Memasang kelambu
  6. Memakai losion anti nyamuk, namun jangan gunakan losion pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  7. Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi dari gigitan nyamuk.

Untuk itu mari kita tingkatkan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dengan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). okpur

 

 

 

 

 

KUPANG, Pemberian kapsul vitamin A diberikan setiap bulan Februari dan Agustus di setiap Puskesmas dan Posyandu. Obat kapsul vitamin A memiliki dua jenis, yaitu kapsul biru (dosis vitamin A 100.000 IU) kapsul ini diperuntukkan untuk bayi berusia 6 hingga 11 bulan dan ada juga kapsul merah (dosis vitamin A 200.000 IU), kapsul ini diperuntukkan untuk anak berusia 12 hingga 59 bulan serta ibu dalam masa nifas.

KUPANG, Puskesmas Penfui mengadakan rapat capaian cakupan program  tahun 2019  pada hari ini, tanggal 1 Februari 2020 bertempat di Ruang Aula Puskesmas Penfui.

 

Halaman 1 dari 3