PUSKESMAS PENFUI MELAKUKAN ABATESASI..... Featured

Ditulis Oleh | Selasa, 11 Februari 2020 14:41 | Dibaca : 59 Kali
kegiatan abatesasi kegiatan abatesasi

 

KUPANG. Pada  beberapa minggu belakangan ini musim hujan  berdampak pada penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Puskesmas Penfui melakukan abatesasi pada hari sabtu  (08/2/2020), di wilayah kerja Puskesmas penfui, ada tiga kelurahan untuk wilayah kerja Puskesmas Penfui, yaitu Kelurahan Penfui, Kelurahan Naimata, dan Kelurahan Maulafa.

Kegiatan Abatesasi di bantu oleh  60 mahasiswa dari Stikes Marantha dan Stikes CHMK untuk membagi langsung kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Penfui, sebelum turun kelapangan kepala Puskesmas Penfui ibu dr. Maria Stephani dan pengelola DBD yaitu ibu Naurma Y Do Lalu memberi briefing, yaitu membagi kelompok untuk turun langsung ke rumah-rumah penduduk wilayah kerja puskesmas Penfui, dan memberi info tentang takaran abate dalam bak penampungan air, memantau jentik nyamuk yang ada di bak penampungan air, atau di benda-benda sekitar apakah ada jentik nyamuk.

Demam berdarah atau dikenal dengan DBD adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Ada dua jenis nyamuk yang menjadi kurir penyebaran virus dengue, yaitu Aedes aegypty dan Aedes albocpictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah  nyamuk betina jenis Aedes aegypty.

Abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi, jambangan bunga dan sebagainya dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk A. Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD. Pemberian serbuk abate dilakukan dua sampai tiga bulan sekali, dengan takaran 10 gr abate untuk 100 liter air.

Meskipun Puskesmas  Penfui juga  sudah membagi abate kepada masyarakat, Puskesmas Penfui juga menggalakkan program Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M

   Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang kurangnya seminggu sekali.

  Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

  Mengumpulkan, menguburkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik, dan lain-lain.

Hal ini dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah.

Selain cara 3 M ada bberapa cara agar kita bisa terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu :

  1. Mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging).
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan barang-barang bekas penampung air lainnya yang ada di rumah maupun diluar rumah.
  4. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah.
  5. Memasang kelambu
  6. Memakai losion anti nyamuk, namun jangan gunakan losion pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  7. Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi dari gigitan nyamuk.

Untuk itu mari kita tingkatkan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dengan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). okpur

 

 

 

 

 


Oktalina V Purba

Staff Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.