Oktalina V Purba

Oktalina V Purba

Staff Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

Website URL: http://puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

WASPADA KANKER RAHIM

Rabu, 16 September 2020 08:46

Kanker rahim (uterus) adalah jenis penyakit yang berkembang di dalam lapisan atau dinding rahim yang ditandai dengan pertumbuhan tumor ganas. Rahim merupakan organ kosong menyerupai buah pir yang terletak di antara kandung kemih dan rektum pada tubuh wanita.

Organ ini berfungsi sebagai tempat janin tumbuh dan berkembang selama masa kehamilan. Bagian dinding rahim disebut dengan endometrium, dan tepat di bawahnya terdapat organ penghubung dengan vagina yang disebut serviks atau leher rahim.

Kanker yang menyerang rahim wanita ini terdiri dari dua jenis, yakni:

- Kanker endometrium

Kanker endometrium adalah kanker yang menyerang lapisan dinding uterus. Jenis kanker sangat umum menyerang wanita.

Berdasarkan tampilan sel-sel abnormalnya, kanker endometrium terbagi menjadi kanker endometrioid, karsinosarkoma uterus, karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel kecil, dan karsinoma sel bening.

- Sarkoma uterus

Sarkoma uterus adalah kanker yang dimulai di otot dan jaringan pendukung rahim. Jenis kanker ini cukup langka dibanding kanker endometerium.

Sarkoma uterus kemudian terbagi lagi menjadi beberapa jenis, bergantung dengan jenis sel kanker pertama kali muncul.

Jenis leiomyosarcoma uterus menyerang miometrium (otot rahim), sarkoma stroma endometrium menyerang stroma (jaringan pendukung di endometrium), undifferentiated sarcoma menyerang otot atau stroma dan berkembang dengan cepat.

TANDA-TANDA DAN GEJALA

Pada tahap awal (stadium 1) penyakit kanker rahim, baik itu kanker endometrium atau uterus sarkoma biasanya tidak menimbulkan tanda, gejala, atau ciri-ciri yang khas pada wanita.

Umumnya, gejala akan dirasakan ketika penyakit kanker rahim sudah memasuki stadium lanjut, yakni stadium 2, 3, atau 4 (akhir).

Lebih jelasnya, kenali gejala kanker rahim berikut yang umumnya terjadi:

Terjadi perdarahan atau keputihan tidak normal

Sekitar 85-90% wanita dengan kanker endometrium dan uterus sarkoma mengalami perdarahan vagina. Itulah sebabnya, haid yang tidak teratur atau perdarahan setelah menopause menjadi salah satu gejala kanker rahim.

Selain perdarahan, keputihan yang berlebihan juga bisa menjadi ciri-ciri penderita kanker rahim. yang mungkin sering kali disepelekan.

Nyeri panggul dan pembengkakan di perut

Gejala kanker rahim selanjutnya adalah nyeri panggul dan merasakan adanya pembengkakan di area perut karena berkembangnya tumor. Gejala-gejala ini biasanya menjadi tanda bahwa penyakit kanker rahim sudah memasuki stadium lanjut.

Setiap orang yang terkena kanker rahim sangat mungkin mengalami tanda-tanda atau ciri-ciri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, ada juga pasien yang mengalami tanda-tanda kanker rahim lain yang tidak disebutkan di atas.

PENYEBAB

Penyebab kanker rahim, baik itu kanker endometrium atau uterus sarkoma pada wanita tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, ilmuwan berpendapat bahwa sebagian besar sel kanker memiliki reseptor estrogen dan atau progesteron di permukaannya.

Hal ini memungkinkan adanya interaksi antara reseptor dengan hormon, membuat pertumbuhan sel meningkat dan bahkan menjadi tidak normal sehingga dapat menyebabkan kanker. Mekanismenya masih diamati oleh ilmuwan dalam penelitian.

Selain itu, ilmuwan juga mengamati perubahan DNA pada gen tertentu yang berpotensi menjadi pemicu kanker rahim.

FAKTOR-FAKTOR RISIKO

Meski penyebab kanker rahim tidak diketahui secara pasti, ilmuwan telah menemukan berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, yaitu:

  1. Usia

Kebanyakan penderita kanker rahim adalah wanita yang sudah mengalami menopause, yakni tepatnya sekitar usia 45 tahun ke atas.

  1. Perubahan hormon

Perubahan hormon wanita dapat meningkatkan kanker endometrium. Kadarnya yang tidak normal ini bisa disebabkan oleh terapi estrogen untuk mengobati menopause dan minum obat ,yakni obat untuk mengobati dan mencegah kanker payudara.

  1. Berat badan berlebih atau obesitas

Risiko kanker endometrium dan uterus sarkoma yang meningkatkan bisa disebabkan oleh obesitas. Hal ini dikarenakan jaringan lemak berlebih bisa meningkatkan produksi estrogen sehingga dapat mengubah kadar normal hormon tubuh.

Dengan kata lain, semakin tinggi jumlah lemak di dalam tubuh Anda, semakin besar pula jumlah estrogen yang dihasilkan oleh tubuh Anda. Kondisi ini dapat memicu berkembangnya sel-sel kanker di dalam organ reproduksi.

  1. Pola makan buruk dan malas olahraga

Keseringan konsumsi makanan tinggi kalori dan malas olahraga bisa membuat Anda obesitas. Hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium atau uterus sarkoma.

  1. Kondisi kesehatan tertentu

Selain obesitas, masalah kesehatan lain, seperti memiliki diabetes, kanker mata, kanker payudara, sindrom polikistik ovarium, tumor di ovarium, dan Lynch syndrome dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit kanker pada organ reproduksi ini.

  1. Menjalani radioterapi area panggul

Sinar radiasi dapat merusak DNA pada sel-sel tubuh. Oleh sebab itulah, orang yang menjalani terapi radiasi di area panggul dalam jangka panjang memiliki kemungkinan tinggi terkena kanker rahim dalam 5 hingga 25 tahun ke depan.

DIAGNOSA DAN PENGOBATAN

Guna menegakkan diagnosis kanker rahim, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian tes kesehatan, di antaranya:

  • Tes fisik. Dokter akan menanyakan gejala kanker rahim apa saja yang Anda rasakan. Kemudian, dokter juga akan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan keluarga.
  • Histeroskopi. Tes untuk melihat kondisi rahim lebih detail dengan memasukkan tabung kecil bernama histeroskop ke dalam vagina Anda.
  • Biopsi rahim. Pada teknik biopsi, dokter akan mengambil sampel jaringan rahim dan memeriksa apakah sel tersebut termasuk kanker atau bukan.
  • Tes pencitraan. Tes selanjutnya untuk melihat kondisi rahim adalah tes pencitraan, yakni berupa CT scan, USG, MRI, atau PET scan.
  • Tes darah. Mengecek darah bisa membantu Anda mengukur tingginya kadar CA-125 dalam darah yang menjadi tanda adanya kanker pada rahim.

Tes di atas pada beberapa kasus dapat membantu deteksi kanker rahim lebih dini. Namun, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan PAP smear.

Bagaimana menentukan stadium kanker rahim?

Setelah tes kesehatan di atas dilakukan, dokter dapat menentukan stadium kanker yang dimiliki. Lebih jelasnya, penentuan stadium kanker rahim adalah:

  • Kanker rahim (endometrium/uterus sarkoma) stadium 1: sel kanker hanya ada pada rahim.
  • Kanker rahim (endometrium/uterus sarkoma) stadium 2: sel kanker telah menyebar ke leher rahim.
  • Kanker rahim (endometrium/uterus sarkoma) stadium 3: sel kanker telah menyebar ke vagina, ovarium, dan atau kelenjar getah bening.
  • Kanker rahim (endometrium/uterus sarkoma) stadium 4: sel kanker telah menyebar ke kandung kemih, rektum, atau organ yang terletak jauh dari rahim, seperti paru-paru atau tulang.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker rahim?

Guna menghindari bahaya kanker rahim yang bisa menyebar ke jaringan maupun organ sehat lain, pengobatan harus segera dilakukan. Berikut ini beberapa cara mengobati penyakit kanker rahim stadium 1,2,3, dan 4 (akhir) adalah:

  1. Operasi

Prosedur operasi atau bedah merupakan pilihan utama pengobatan kanker rahim. Tergantung dari bagian rahim mana yang diangkat, operasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Histerektomi (pengangkatan rahim)
  • Bilateral salpingo-oophorectomy (pengangkatan rahim, tuba falopi, dan kedua ovarium)
  • Diseksi kelenjar limfa (pengangkatan rahim dan kelenjar limfa di sekitarnya)

Efek samping dari pengobatan kanker ini adalah perdarahan, infeksi, atau masalah kesuburan.

  1. Kemoterapi

Penyakit kanker rahim stadium 1, 2, 3, atau 4 dapat diobati dengan kemoterapi, yakni menggunakan obat-obatan yang bisa membunuh sel kanker sekaligus mengecilkan ukuran tumor.

Efek samping dari kemoterapi yang mungkin terjadi adalah rambut rontok, mual, muntah, dan diare, serta tubuh kelalahan.

  1. Terapi radiasi (radioterapi)

Selain kemoterapi dan operasi, cara menyembuhkan kanker rahim lain yang biasanya ditempuh adalah radioterapi. Pengobatan ini mengandalkan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker dalam tubuh.

Radioterapy juga dapat menimbulkan efek samping di antaranya masalah kulit, tubuh kelelahan, dan mual serta muntah.

 

Pengobatan di rumah

Perawatan rumahan untuk mengatasi gejala kanker uterus atau endometrium adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat. Anda perlu menjalani diet kanker, menyesuaikan aktivitas, dan mengikuti perawatan lain yang memang direkomendasikan dokter sebagai cara mengatasi gejala kanker rahim.

Namun, Anda tidak boleh sembarangan mengikuti pengobatan alternatif atau pengobatan tradisional untuk mengobati kanker rahim, seperti minum obat herbal kurkumin atau mengandalkan tanaman alami, seperti kunyit.

Pasalnya, cara mengobati kanker rahim secara alami belum terbukti efektif dan dikhawatirkan dapat menyebabkan efek samping dan alergi yang mengganggu pengobatan utama.

PENCEGAHAN

Tindakan  pencegahan kanker rahim atau yang menyerang bagian endometrium adalah menurunkan berbagai risikonya, yakni dengan cara:

  • Minum pil KB. Penggunaan alat kontrasepsi ini diketahui dapat menurunkan risiko kanker pada uterus. Akan tetapi, di lain pihak juga dapat meningkatkan risiko kanker jenis lain. Oleh karena itu, konsultasi lebih dahulu dengan dokter.
  • Menjaga berat badan tetap ideal. Hal ini bisa Anda dapatkan dengan menjaga pola makan, seperti meningkatkan asupan bayam, kembang kol, brokoli, tomat, buah pepaya dan jeruk untuk menurunkan risiko kanker rahim. Selain itu, seimbangkan dengan olahraga rutin.
  • Obati masalah endometrium. Jika Anda memiliki masalah endometrium, periksakan kondisi tersebut dan ikuti pengobatan yang direkomendasikan dokter agar tidak semakin parah dan memicu kanker.
  • Ikuti perawatan dokter bagi Anda dengan HNPCC or Lynch syndrome. Orang dengan sindrom ini berisiko tinggi terkena kanker, sehingga butuh perawatan dan pengawasan dokter agar risikonya tidak semakin bertambah tinggi.

sumber: hallosehat.com

KEGIATAN POSBINDU PUSKESMAS PENFUI

Kamis, 10 September 2020 08:09

Petugas Puskesmas Penfui  melaksanakan POSBINDU terhadap masyarakat di kelurahan Penfui,  dipimpin dr. Santy Manek, bersama tenaga kesehatan yaitu Oktalina, Dewi Sarkim dan Degas. Pelaksanaan Posbindu  disambut baik oleh masyarakat, bapak Lurah Penfui, dan lintas sektor terkait, yakni Babinsa kelurahan Penfui, Bhabinkamtibmas kelurahan Penfui, serta petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kupang juga hadir yakni ibu Yuniarti R Mansi.

Posbindu atau kepanjangan dari Pos Pembinaan Terpadu merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM Utama yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) meliputi merokok, konsumsi minuman beralkohol, pola makan tidak sehat, kurang aktifitas fisik, obesitas, stres, hipertensi, hiperglikemi, hiperkolesterol serta menindak lanjuti secara dini faktor risiko yang ditemukan melalui konseling kesehatan dan segera merujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Kelompok PTM Utama adalah diabetes melitus (DM), kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah (PJPD), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan. Kegiatan Posbindu dilaksanakan tiga bulan sekali untuk mendeteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular.

 Pada kegiatan Posbindu ini, petugas Puskesmas Penfui melakukan wawancara untuk menggali informasi faktor risiko keturunan dan perilaku, menimbang berat badan, mengukur Tinggi Badan, mengukur lingkar perut, IMT, Pemeriksaan Tekanan Darah, Pemeriksaaan gula darah sewaktu, pemeriksaan kolesterol, pemeriksan mata, dan konseling, serta dokter mengarahkan ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjut pada pasien apabila hasil pemeriksaan Tekanan darah atau pemeriksaan darah yang tinggi.  

 Tujuan utama kegiatan Posbindu PTM adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Oleh karena itu sasaran Posbindu PTM cukup luas mencakup semua masyarakat usia 15 tahun ke atas baik itu dengan kondisi sehat, masyarakat beresiko maupun masyarakat dengan kasus PTM.

Tujuan, Sasaran & Manfaat Penyelenggaraan Kegiatan Posbindu PTM 

  1. Tujuan Posbindu PTM adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Sasaran utama kegiatan adalah kelompok masyarakat sehat, berisiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas.
  2. Sasaran : Kelompok Masyarakat Sehat, Berisiko dan Penyandang PTM atau sasaran dengan range usia 15 tahun keatas. Pada orang sehat dimaksudkan agar faktor risiko tetap terjaga dalam kondisi normal. Pada orang dengan faktor risiko adalah mengembalikan kondisi berisiko ke kondisi normal. Pada orang dengan penyandang PTM adalah mengendalikan faktor risiko pada kondisi normal untuk mencegah timbulnya komplikasi PTM.
  3. Manfaat : Membudayakan Gaya Hidup Sehat dengan berperilaku CERDIK, yaitu Cek kondisi kesehatan anda secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet yang sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stress.

Nanti setelah 3 bulan, kami akan datang lagi ke kelurahan Penfui untuk melakukan kegiatan posbindu, diharapkan kepada selurh masyarakat untuk rutin melakukan pemriksaan kesehatan, agar senantiasa sehat. ” ujar dr. Santy Manek.

 

 

 

 

Kupang, 25 Agustus 2020 UPTD Puskesmas Penfui memulai kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah ( BIAS ) yaitu vaksin Campak Rubella ( MR ).  Sasaran adalah Sekolah Dasar kelas 1. Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Seklah (BIAS) di langsungkan di Sekolah  Dasar wilayah kerja Puskesmas Penfui, yaitu SDI Nasi Panaf, SDN Angkasa, SDS Angkasa, SDK Arnoldus. Kegiatan  Bulan Imunisasi Anak Sekolah  (BIAS)  bersamaan dengan  kegiatan Penjaringan peserta didik dan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

Vaksin MR diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak (measles) dan rubella (campak jerman)

Imunisasi merupakan proses untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap suatu penyakit. Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap penyakit tersebut.

Pemerintah sangat berharap jika imunisasi BIAS ini dilakukan secara rutin. Mengingat banyaknya virus sekarang ini yang seringkali menyerang anak-anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.

Program vaksin MR menjadi prioritas Pemerintah Indonesia sebagai wujud upaya pengendalian campak dan rubella, lantaran bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan, untuk itu diharapkan untuk tetap peduli kesehatan agar tetap sehat.

 

 

PERAN PELAYANAN POSYANDU LANSIA

Selasa, 11 Agustus 2020 07:22

Posyandu lansia adalah wadah pelayanan untuk warga lanjut usia. Pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan berdasarkan inisiatif masyarakat. Hal ini membuat program dan layanan yang tersedia bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

Di Posyandu lansia ada susunan kepengurusan yang akan menjalankan program-program yang telah dirancang. Program-program tersebut umumnya dititikberatkan pada upaya penyuluhan dan pencegahan.

JENIS PELAYANAN YANG DIBERIKAN DI POSYANDU

Pelayanan yang diberikan oleh Posyandu lansia melalui program dan kadernya pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para orang tua yang lebih rentan terhadap penyakit.

Di daerah yang memiliki Posyandu lansia, kadernya akan memantau kesehatan lansia yang ada di daerah itu secara individual dan detail. Umumnya, akan ada kartu atau buku yang digunakan untuk mencatat status kesehatan dan pola hidup para lansia.

Secara umum, ada empat jenis pelayanan yang diberikan Posyandu lansia:

  1. PELAYANAN KESEHATAN

Pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya mencakup sesuatu yang berhubungan dengan penyakit. Pada Posyandu lansia, kader juga akan melakukan pemeriksaan aktivitas sehari-hari seperti:

  • Mencatat pola makan
  • Cara mandi
  • Rutinitas buang air
  • Kemampuan untuk berjalan dan berpakaian
  • Kemampuan untuk turun atau naik tempat tidur
  • Kemandirian lansia tersebut

Selain itu, lansia juga akan menerima pemeriksaan berupa:

  • Pemeriksaan kondisi mental
  • Pemeriksaan status gizi
  • Pengukuran tekanan darah
  • Pemeriksaan laboratorium sederhana, seperti pemeriksaan asam urat, koleterol dan gula darah

Posyandu lansia juga bisa memberikan rujukan ke Puskesmas apabila ada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk lansia bisa dilaksanakan di balai warga seperti layaknya Posyandu balita dan ibu hamil. Namun, bagi lansia yang kesulitan untuk keluar rumah, akan ada kader yang mengunjunginya secara langsung.

  1. PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT)

Para kader Posyandu lansia akan memberikan penyuluhan kepada para lansia mengenai  makanan yang sehat dan bergizi yang perlu mereka konsumsi. Untuk memudahkan, para lansia akan mendapatkan contoh menu makanan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi yang dibutuhkan, dengan menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah tersebut.

  1. KEGIATAN OLAH RAGA

 Olahraga juga penting dilakukan para lansia untuk menjaga kebugaran tubuh. Para kader akan menuntun kakek dan nenek untuk mengikuti gerakan senam lansia, gerak jalan santai, maupun aktivitas lain yang aman untuk usia lanjut.

  1. KEGIATAN NON KESEHATAN

Di Posyandu lansia, juga sering dilakukan kegiatan non kesehatan untuk meningkatkan interaksi sosial dan menjadikan Posyandu sebagai wadah lansia untuk berkegiatan. Jenis kegiatan yang sering dilakukan di antaranya:

  • Kegiatan kerohanian
  • Arisan
  • Kegiatan ekonomi produktif seperti berjualan
  • Berkebun
  • Forum diskusi penyaluran hobi dan lain-lain

Selain rutin mengunjungi Posyandu, ini hal-hal yang perlu diperhatikan lansia

Meski Posyandu bisa memfasilitasi berbagai kegiatan dan program untuk menjaga kesehatan para lansia, tapi tetap saja diperlukan kesadaran sendiri dalam menjaga kondisi badan agar hasil yang dicapai bisa maksimal. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan para lansia soal kesehatannya:

  • Mengenali perubahan di tubuh

Seiring bertambahnya usia, maka tubuh pun akan mengalami banyak perubahan. Dengan mengenali perubahan yang dapat terjadi, lansia dapat melakukan usaha-usaha untuk mengantisipasinya.

Beberapa perubahan yang sering terjadi antara lain:

  • Kekuatan tubuh menurun, sehingga mudah lelah, gigi goyang, mulut kering
  • Penurunan daya ingat
  • Pendengaran dan penglihatan berkurang
  • Mudah jatuh
  • Kekebalan tubuh menurun
  • Rentan mengalami gangguan pencernaan
  • Menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

Menjadi tua bukan berarti Anda hanya bisa pasrah akan keadaan. Tubuh lansia memang lebih rentan terhadap penyakit. Namun ingat, penyakit pun tidak akan muncul jika Anda terus berusaha untuk mencegahnya.

Salah satu cara mencegah terjadinya penyakit yang paling efektif adalah dengan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Contoh PHBS yang bisa dilakukan lansia antara lain:

  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang
  • Minum air putih minimal 2 liter per hari
  • Memeriksakan kesehatan secara rutin, minimal 1 tahun sekali
  • Minum obat secara teratur dan hindari pantangan yang diberikan oleh dokter, jika punya riwayat penyakit
  • Mandi dua kali sehari
  • Menjaga kesehatan gigi dengan menyikat gigi minimal dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. Jika memakai gigi palsu lepasan, maka gigi palsu tersebut harus dilepas saat tidur dan dibersihkan setiap hari.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin seperti jalan santai
  • Tidak merokok
  • Beristirahat dengan cukup
  • Melakukan hobi agar pikiran tenang dan rileks
  • Terus mengasah otak agar tidak pikun, misalnya dengan bermain catur, rajin membaca, mengisi teka-teki silang, bercerita, bermain musik, dan lain-lain
  • Tidak menyepelekan keluhan kesehatan yang sering muncul

Jangan sepelekan keluhan kesehatan yang sering muncul dengan berpikir, “Ah, biarin saja namanya juga sudah tua”. Periksakan diri ke dokter apabila Anda merasakan gejala penyakit tertentu, agar perawatan dapat segera dimulai sebelum kondisi bertambah parah.

Contoh keluhan kesehatan yang sering muncul pada lansia antara lain:

  • Sering sakit seperti batuk tidak sembuh-sembuh
  • Nafsu makan berkurang
  • Gangguan tidur
  • Sering lupa
  • Kesepian
  • Gangguan fungsi seksual
  • Sesak napas
  • Kaki bengkak, kesemutan, sering haus
  • Muncul benjolan tidak normal
  • Gangguan buang air

Posyandu lansia bisa menyediakan layanan kesehatan dasar, terutama yang bersifat preventif dan promotif untuk warga berusia lanjut. Dengan adanya Posyandu, kualitas hidup lansia di daerah tersebut diharapkan bisa meningkat dan risiko terjadinya keparahan penyakit akan berkurang. Lansia pun bisa hidup lebih tenang dan bahagia.

sumber: www.sehatq.com

 

(Kupang, 14/07/2020) – Selama masa pandemi Covid-19, layanan posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) harus tetap berjalan. Dalam pelaksanaannya di lapangan, pelaksanaan Posyandu ini harus tetap mengikuti protokol kesehatan.

Posyandu harus tetap berjalan dengan mengikuti protokol yang berlaku, seperti jaga jarak dan menggunakan APD bagi tenaga kesehatan, serta bagi masyarakat harus tetap menggunakan masker.

Dalam rangka mengantisipasi dan memerangi penyebaran Covid-19, petugas UPTD Puskesmas Penfui selalu menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) pada saat memberi pelayanan kepada para pasien. Walaupun ditengah pandemi semua petugas tetap semangat memberi pelayanan yang tearbaik kepada masyarakat, agar masyarakat tetap sehat.

Kegiatan Posyandu yang dilaksanakan hari ini di wilayah kerja UPTD.Puskesmas Penfui yaitu Posyandu Buanin di rt.01 rw.01 kelurahan Naimata Kota Kupang berlangsung dengan lancar, para petugas kesehatan puskesmas Penfui dan petugas dari Pustu Naimata yang terlibat antara lain, Ibu Ana Refiali ( Nutrisionist), Ibu Novita Megoth ( Bidan ), dan ibu Theresia Fahik ( Penyuluh Kesehatan ), petugas kelurahan, para kader, serta petugas lintas sektor terkait. Kegiatan Posyandu meliputi, : Pendaftaran, Penimbangan, Pengisian KMS, Penyuluhan, dan Pelayanan kesehatan Imunisasi.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dan perhatian dari pihak kelurahan yang juga menyediakan thermogun. Saat dipendaftaran ada petugas yang melakukan screening, apabila hasil deteksi thermogun suhu diatas 38°, dan batuk pilek tidak diperbolehkan masuk. Semua orang tua balita yang datang membawa sarung sendiri untuk  timbang badan agar saat timbang badan tidak menggunakan sarung timbang bersama-sama. Kegiatan Posyandu diberi jadwal yaitu di mulai dari jam 8 s/d jam 9 yakni 1 rt, jam 9 s/d jam 10 yakni 1rt, begitu seterusnya, agar di posyandu tidak terlalu menumpuk.

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat.

 

 

 

KUPANG,  Kepala Puskesmas dan staff  Puskesmas Penfui kota kupang, Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan kawasan didalam dan diluar gedung Puskesmas, Jumat (11 Juli 2020). Kegiatan yang dilaksanakan UPTD. Puskesmas Penfui sebagai kegiatan rutin hari jumat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan. Bukan hanya Puskesmas induk, gotong royong jumat bersih juga di lakukan di semua pustu wilayah kerja UPTD.Puskesmas Penfui, yaitu Pustu Air Baru, Pustu Naimata, dan Pustu Maulafa.

Kegiatan gotong royong bertujuan agar lingkungan tetap bersih dan elok dipandang mata, jauh dari sakit penyakit berbasis lingkungan sehingga kita selalu sehat.  Para petugas Puskesmas penfui dengan semangat melaksanakan kegiatan gotong royong jumat bersih, sehabis melakukan kegiatan jumat bersih petugas kembali melakukan kegiatan pelayanan kesehatan, yang mana dimulai pendaftran jam 8.00 WITA.

Dr. Maria Stephani (Kepala Puskesmas Penfui) juga  mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mencegah perkembangbiakan Nyamuk Aedes Aeghypti sebagai penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penghujan masih ada juga , untuk itu tetap diharapkan waspada dengan selalu melakukan kegiatan 3M  (Menguras, Mengubur, Menutup). Sehingga perlu adanya kesadaran setiap warga menghidupkan kembali rasa gotong royong.

Kebersihan adalah sebagian dari iman, kebersihan juga bagian dari kesehatan, alangkah indahnya jika kebersihan kita selalu lakukan agar kita selalu sehat.

 

 

Manfaat daun kelor untuk kesehatan

Sebagai komponen yang kerap digunakan dalam obat-obatan tradisional, manfaat daun kelor untuk kesehatan ternyata bukan mitos. Beberapa penelitian menyebutkan, daun yang satu ini bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti:

Tidak hanya buah-buahan, daun kelor juga mengandung vitamin C

  1. Memberikan nutrisi untuk tubuh

Daun kelor adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh. Dalam sekitar 20 gram daun kelor yang telah dipotong-potong, terkandung nutrisi sebagai berikut:

  • Protein: 2 gram
  • Vitamin B6: 19% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin C: 12% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Zat besi: 11% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Riboflavin (vitamin B2): 11% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Vitamin A: 9% dari rekomendasi konsumsi harian
  • Magnesium: 8% dari rekomendasi konsumsi harian
  1. Kaya akan antioksidan

Antioksidan dapat membantu tubuh mencegah penyakit kronis berbahaya. Sebab, kandungan ini dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Kadar radikal bebas yang terlalu tinggi, dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit seperti diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit jantung.

  1. Membantu menurunkan kadar gula darah

Daun kelor juga disebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Sayangnya, belum banyak penelitian yang mengungkapkan manfaat daun kelor dalam hal ini.

  1. Membantu meredakan peradangan

Daun kelor mengandung isotiosianat, yang merupakan zat antiperadangan. Sehingga, tumbuhan ini dipercaya dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di tubuh.

  1. Menurunkan kolesterol

Manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh selanjutnya adalah untuk bantu menurunkan kolesterol. Pada daun kelor, efek penurun kolesterolnya disebut mirip dengan almond dan oats.

  1. Melindungi tubuh dari keracunan arsen

Pada penelitian yang dilakukan di hewan uji, daun kelor disebut dapat melindungi tubuh dari racun arsenik, yang tidak jarang bisa masuk ke tubuh melalui kontaminasi makanan dan air.

 

  1. Membantu mengatasi kanker

Manfaat daun kelor lain yang tak kalah hebat adalah kemampuannya dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini membuat daun kelor juga berguna dalam membantu kemoterapi lebih efektif.

  1. Baik untuk daya ingat

Kandungan antioksidan serta zat-zat kimia yang ada dalam daun kelor, dipercaya  dapat meredakan stres, dan peradangan di otak. Hal ini membuatnya baik untuk meningkatkan daya ingat.

  1. Baik untuk jantung

Ekstrak daun kelor, disebut berpotensi mengatasi dislipidemia, salah satu jenis penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh.

  1. Mencegah anemia

Kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalam daun kelor membuatnya dipercaya dapat membantu mencegah anemia. Meski begitu, penelitian lebih jauh masih perlu dilakukan untuk memastikan manfaat daun kelor ini.

  1. Berpotensi mengatasi infeksi bakteri

Ekstrak daun kelor, juga dipercaya dapat membantu meredakan infeksi yang terjadi akibat bakteri. Pasalnya, tanaman ini mengandung bahan yang bersifat antimikrobial, sehingga mampu memusnahkan bakteri, terutama bakteri berjenis gram positif

.

Pada usia menopause, kadar antioksidan di tubuh memang akan menurun akibat berkurangnya produksi hormon estrogen. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat daun kelor tersebut.

  1. Baik untuk anak yang malnutrisi

Salah satu manfaat daun kelor yang belum banyak diketahui adalah kemampuannya dalam membantu meningkatkan berat badan pada anak-anak dengan malnutrisi. Manfaat ini bisa didapat dengan mengonsumsi bubuk kelor selama dua bulan secara teratur.

Meski begitu, jangan serta-merta memberikan olahan daun ini pada anak. Perhatikan efek samping yang mungkin terjadi dan diskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keamanannya.

Daun kelor sangat direkomendasikan untuk bayi dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Kandungan daun kelor sangat baik juga untuk orang dewasa. Manfaat daun kelor bagi orang dewasa adalah mampu meningkatkan kecantikan seseorang.

 

Sumber:sehatq.com

KUPANG, UPTD. Puskesmas Penfui menerima bantuan dari beberapa sumber yaitu Etnis Tionghoa, NTT Peduli, Yayasan Hands of Hope Indonesia, TP-PKK Provinsi NTT, Rumah Sakit Kartini, Yayasan Jasa Perkasa Citra Cemerlang, Apotik Crystal, Ibu Ade Laura dari Bogor, Dinas Kesehatan, Bhayangkari dan orang tua murid grade 6  Sekolah Dian Haparan, Bhayangkari  Daerah NTT, Fakultas Kedokteran Undana Kupang, PT.Wika Adhi Jaya, Bapak Ferdy Ongkosaputra, Keluarga Besar JZZ. Amalo, Dekrenasda NTT, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bapak Paul Liyanto, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, dan beberapa donatur lainnya. Bantuan yang disumbang berupa alat pelindung diri (APD) berupa masker, face shield, hand sanitizer, sarung tangan, penutup kepala, hazmat, kaca mata (google), bubur merungga, susu, telur dan lain sebagainya, yang diberikan kepada  UPTD. Puskesmas Penfui di kota Kupang. Bantuan APD ( Alat Pelindung Diri ) tersebut diterima langsung oleh kepala UPTD. Puskesmas Penfui dr. Maria Stephani

 Ini merupakan bentuk kepedulian kepada petugas kesehatan dan petugas lainnya (non kesehatan) di UPTD. Puskesmas Penfui di Kota Kupang untuk turut membantu pemerintah memerangi penyebaran Covid-19.

Dalam rangka mengantisipasi dan memerangi penyebaran Covid-19, petugas UPTD Puskesmas Penfui selalu menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) pada saat memberi pelayanan kepada para pasien. Walaupun ditengah pandemi semua petugas tetap semangat memberi pelayanan yang tearbaik kepada masyarakat, agar masyarakat tetap sehat.

" Puji Tuhan, terima kasih banyak atas support dan bantuan dari beberapa sumber.  Kami memang sangat membutuhkan APD  dalam pelayanan kami kepada pasien, semoga rezeki semua donatur yang telah tergerak hatinya akan dilipatgandakan oleh yang Maha Kuasa," kata dr. Maria Stephani.

 

Beberapa Cara Memperkuat Sistem Imun untuk Mencegah Virus Corona

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun, ada hal-hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang, antara lain penuaan, kurang gizi, penyakit, bahkan obat-obatan tertentu. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perlu senantiasa dijaga agar daya tahan tubuh kuat.

Berikut adalah cara-cara alami yang bisa Anda lakukan untuk menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi

Konsumsi makanan yang kaya akan   antiokidan, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, dapat membantu tubuh melawan radikal bebas. Jika di dalam tubuh Anda banyak terdapat radikal bebas, kerja sistem imun bisa terganggu dan Anda jadi lebih mudah terkena infeksi virus Corona.

Selain itu, untuk menjaga imunitas tubuh, diperlukan juga asupan  nutrisi yang cukup. Perbanyak konsumsi daging tanpa lemak, kacang-kacangan, serta biji-bijian agar daya tahan tubuh Anda kuat. Bawang dan jahe juga baik untuk dikonsumsi karena kandungannya diyakini dapat membantu tubuh melawan infeksi dan meredakan peradangan.

  1. Berolahraga dengan rutin

Olahraga juga terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan. Namun, perlu Anda ingat, olahraga yang dilakukan secara teratur memiliki efek yang lebih baik terhadap sistem imun dibandingkan olahraga yang hanya sesekali. Jadi, sempatkanlah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.

  1. Mengelola stres dengan baik

Stres yang berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Kadar hormon kortisol yang tinggi dapat mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi. Oleh karena itu, upayakan untuk mengelola stres dengan baik supaya sistem imun Anda tetap terjaga dan kuat melawan infeksi virus Corona.

Stres bisa dikendalikan dengan hal yang sederhana, misalnya dengan tidur cukup setiap harinya. Anda juga bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan supaya tubuh dan pikiran Anda rileks, misalnya berkumpul dengan teman, bertamasya, mengerjakan hobi Anda, atau melakukan meditasi.

  1. Beristirahat yang cukup

Walaupun terdengar sederhana, kurang tidur terbukti bisa menimbulkan dampak yang buruk pada kesehatan. Salah satunya adalah penurunan daya tahan tubuh, sehingga beragam penyakit dapat lebih mudah menyerang.

Tidur yang cukup dapat membuat tubuh Anda lebih kuat melawan paparan virus Corona. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 7–8 jam setiap harinya, sedangkan anak-anak memerlukan waktu tidur 10 jam atau lebih.

  1. Mengonsumsi suplemen penunjang daya tahan tubuh

Untuk mencegah infeksi virus Corona, Anda juga dapat mempertimbangkan konsumsi suplemen yang dapat memperkuat daya tahan tubuh. Kandungan vitamin dan mineral dalam suplemen, seperti vitamin C (sodium ascorbate), vitamin B3 (nicotinamide), vitamin B5 (dexpanthenol), vitamin B6 (pyridoxine hcl), vitamin E (alpha tocopheryl), zinc picolinate, dan sodium selenite, dapat meningkatkan kinerja sistem imun dalam melawan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri, termasuk infeksi virus Corona. Di sisi lain, vitamin B3, B5, dan B6 dapat memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat sakit.

Selain memperkuat daya tahan tubuh dengan beragam cara di atas, Anda juga perlu melakukan upaya untuk mencegah penularan virus corona, yaitu:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan air dan sabun, atau dengan hand sanitizer
  • Tidak menyentuh wajah, hidung, dan mata dengan tangan yang kotor atau belum dicuci
  • Menghindari pergi ke daerah yang sudah terjangkit virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran virus

Jika memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda rentan terhadap infeksi, atau jika Anda harus berpergian ke tempat yang rawan infeksi virus Corona, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter mengenai hal-hal yang perlu Anda lakukan agar terhindar dari infeksi ini.

Ayo, kita sama-sama menjaga daya tahan tubuh yang kuat dengan berolahraga yang rutin, mengelola stres, beristirahat, dan mengonsumsi makanan bergizi, serta suplemen penunjang daya tahan tubuh dengan kumpulan vitamin dan kumpulan mineral!

Sumber alodokter.com

Apa itu Covid-19?

Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok.

Serupa dengan penyakit oleh karena virus corona lainnya, virus COVID-19 juga menyerang sistem pernapasan.

Virus ini pertama kali diperkenalkan sebagai novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Novel berarti baru, sehingga memiliki arti bahwa ini adalah virus corona yang baru ditemukan dan belum pernah menginfeksi ke orang lain.

Awalnya, virus penyebab Covid-19 ini diduga menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Tempat penularan pertama diduga terjadi di pasar hewan liar Huanan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

 

 GEJALA COVID19

Saat pertama kali muncul di dataran Tiongkok, infeksi virus SARS-CoV-2 menimbulkan gejala yang cukup berat, di antaranya seperti pneumonia (infeksi jaringan paru) dan sesak napas. Namun, seiring perkembangannya, ditemukan bahwa kebanyakan kasus menunjukkan gejala covid lebih ringan.

Meski begitu, secara umum, infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) ini menimbulkan gejala seperti:

  • Demam yang cukup tinggi
  • Batuk berdahak
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit dada saat bernapas atau batuk

Tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis terdahulu, seperti  penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit atau gejala yang lebih serius.

Maka itu, efek penyakit COVID-19 pada setiap orang mungkin akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan mereka saat itu.

Secara umum, gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti influenza. 

Selain itu, gejala COVID-19 juga ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan. Pada kasus tertentu, infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare. Bahkan, beberapa orang melaporkan kehilangan indra penciuman dan pengecapan mereka saat terinfeksi coronavirus. 

 

Gejalanya yang mirip dengan penyakit pernapasan lainnya mungkin membuat Anda bingung apakah yang Anda alami flu biasa atau justru infeksi virus corona baru yaitu SARS-CoV-2.

Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda dan gejala Covid-19, atau ketika Anda merasa telah terpapar virus tersebut.

Berikut adalah kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera:

  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Nyeri atau merasa tekanan yang menetap di dada
  • Bibir atau wajah kebiru-biruan

Seperti yang telah disebutkan, Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona baru ini kemudian diberi nama SARS-CoV-2.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa virus corona yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019.

PENULARAN

Pada awal kemunculannya, kasus ini diyakini menular dari melakukan kontak langsung dengan hewan pembawa coronavirus.

Meski begitu, jumlah infeksi yang kian meluas bahkan di luar Tiongkok diyakini bahwa Covid-19 menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang dikeluarkan oleh sistem pernapasan (droplets). Air liur yang keluar saat bicara atau bersin adalah droplets.

Beberapa kemungkinan yang dapat menularkan virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, antara lain:

  • Melalui droplets (air liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa menutup mulut, bahkan berbicara). 
  • Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi. 
  • Menyentuh permukaan atau benda yang terkena virus , kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut. 

SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19 memiliki masa hidup yang berbeda-beda ketika berada di luar tubuh (permukaan benda), misalnya:

  • Permukaan tembaga, mampu hidup hingga 4 jam
  • Karton/kardus, hingga 24 jam
  • Plastik dan stainless steel, hingga 2-3 jam

Kemampuan virus baru ini dalam hal bermutasi juga menjadi salah satu teori yang dipercaya membuatnya mudah menular.

Diagnosis dan Pengobatan

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter untuk  mendiagnosis pasien covid-19.

  • Memeriksa riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan
  • Menanyakan riwayat perjalanan.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Melakukan tes darah.
  • Melakukan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, dari hidung atau spesimen pernapasan lainnya.

Beberapa metode yang juga digunakan untuk mendiagnosis virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yakni:

Tes cepat (rapid test) 

Rapid tes atau tes cepat adalah pemeriksaan imunoglobulin sebagai screening awal. Tes imunoglobulin ini merupakan pemeriksaan reaksi antibodi tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. Apabila terdeteksi adanya antibodi terhadap virus ini di dalam tubuh, seseorang dapat dikatakan positif Covid-19, sekalipun ia tak bergejala.

Tes ini lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan tes PCR untuk Covid-19. Meski begitu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap harus dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Pemerintah Indonesia melakukan tes ini dengan tujuan mengetahui lebih cepat sejauh mana penyebaran virus corona sehingga bisa ditekan. Namun, tes ini memiliki sensitivitas lebih rendah.

Itu sebabnya, orang yang hasilnya positif pada tes ini akan tetap melakukan konfirmasi lagi dengan mengikuti tes Covid-19 RT-PCR.

Covid-19 RT-PCR

Dilansir dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Covid-19 dapat didiagnosis dengan melakukan tes Covid-19 RT-PCR., mungkin lebih akrab mendengarnya dengan sebutan tes PCR untuk Covid-19.

Covid-19 RT-PCR bertujuan untuk menentukan adanya asam nukleat (materi genetik) dari SARS-CoV-2 pada bagian pernapasan atas dan bawah.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang berasal saluran pernapasan orang yang dicurigai terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Di Indonesia sendiri, metode yang paling sering digunakan untuk mengambil sampel adalah swab.

Metode ini dilakukan dengan mengusapkan kapas (cotton bud) untuk mengambil sampel cairan/lendir dari tenggorokan.

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggunakan beberapa status yang berhubungan dengan Covid-19 sebelum menetapkan diagnosis penyakit ini.

Dikutip dari  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian coronavirus disease ( Covid-19 ), berikut adalah tahapan-tahapan pasien sebelum ia pasti dinyatakan positif Covid-19:

  1. Orang dalam Pemantauan (ODP)

Seseorang yang mengalami demam (lebih dari 38℃) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk. ODP juga termasuk orang yang punya riwayat bepergian ke daerah di mana wabah terjadi.

  1. Pasien dalam Pengawasan (PDP)

Disebut juga suspek yaitu seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). PDP juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat perjalanan ke lokasi wabah terjadi pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. PDP juga seseorang yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 selama 24 hari terakhir.

  1. Kasus Probabel

Orang yang masuk dalam kategori ini adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang diperiksa untuk Covid-19. Meski begitu, dalam tahap ini masih belum dapat disimpulkan apakah positif atau tidak.

  1. Kasus konfirmasi

Orang pada tahap ini sudah ditetapkan memiliki Covid-19 melalui hasil pemeriksaan laboratorium yang positif.

CARA PENCEGAHAN

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk  mencegah virus corona penyebab Covid-19. Penelitian masih terus dilakukan untuk segera menemukan penangkalnya.

Meski begitu, Anda masih bisa melakukan sesuatu untuk mencegah Covid-19, di antaranya:

  • Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air.
  • Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakan  hand sanitizer berbasis alkohol.
  • Hindari berjabat tangan dengan orang lain untuk sementara waktu.
  • Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan. 
  • Tetaplah dirumah sakit jika sakit alias lakukan isolasi diri.  
  • Lakukan social distancing atau memberi jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, khususnya yang sedang batuk atau bersin.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

 

Sumber : Hellosehat.com

 

 

 

 

 

 

Halaman 1 dari 4