Oktalina V Purba

Oktalina V Purba

Staff Puskesmas Penfui_Pranata Lab.Kes

Website URL: http://puskpnf.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Apa itu Covid-19?

Covid-19 merupakan singkatan dari Coronavirus disease 2019. Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pertama kali pada akhir Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok.

Serupa dengan penyakit oleh karena virus corona lainnya, virus COVID-19 juga menyerang sistem pernapasan.

Virus ini pertama kali diperkenalkan sebagai novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Novel berarti baru, sehingga memiliki arti bahwa ini adalah virus corona yang baru ditemukan dan belum pernah menginfeksi ke orang lain.

Awalnya, virus penyebab Covid-19 ini diduga menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Tempat penularan pertama diduga terjadi di pasar hewan liar Huanan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

 

 GEJALA COVID19

Saat pertama kali muncul di dataran Tiongkok, infeksi virus SARS-CoV-2 menimbulkan gejala yang cukup berat, di antaranya seperti pneumonia (infeksi jaringan paru) dan sesak napas. Namun, seiring perkembangannya, ditemukan bahwa kebanyakan kasus menunjukkan gejala covid lebih ringan.

Meski begitu, secara umum, infeksi virus corona baru (SARS-CoV-2) ini menimbulkan gejala seperti:

  • Demam yang cukup tinggi
  • Batuk berdahak
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit dada saat bernapas atau batuk

Tingkat keparahan gejala Covid-19 dapat berkisar dari sangat ringan hingga berat. Orang yang lebih tua atau memiliki kondisi medis terdahulu, seperti  penyakit jantung, diabetes, penyakit paru-paru mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit atau gejala yang lebih serius.

Maka itu, efek penyakit COVID-19 pada setiap orang mungkin akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan mereka saat itu.

Secara umum, gejala yang muncul biasanya mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti influenza. 

Selain itu, gejala COVID-19 juga ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan. Pada kasus tertentu, infeksi virus ini juga menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare. Bahkan, beberapa orang melaporkan kehilangan indra penciuman dan pengecapan mereka saat terinfeksi coronavirus. 

 

Gejalanya yang mirip dengan penyakit pernapasan lainnya mungkin membuat Anda bingung apakah yang Anda alami flu biasa atau justru infeksi virus corona baru yaitu SARS-CoV-2.

Segera hubungi dokter jika Anda merasakan tanda dan gejala Covid-19, atau ketika Anda merasa telah terpapar virus tersebut.

Berikut adalah kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera:

  • Kesulitan bernapas atau napas pendek
  • Nyeri atau merasa tekanan yang menetap di dada
  • Bibir atau wajah kebiru-biruan

Seperti yang telah disebutkan, Covid-19 disebabkan oleh virus corona jenis baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus corona baru ini kemudian diberi nama SARS-CoV-2.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa virus corona yang menginfeksi manusia pada akhir Desember 2019.

PENULARAN

Pada awal kemunculannya, kasus ini diyakini menular dari melakukan kontak langsung dengan hewan pembawa coronavirus.

Meski begitu, jumlah infeksi yang kian meluas bahkan di luar Tiongkok diyakini bahwa Covid-19 menular dari manusia ke manusia melalui cairan yang dikeluarkan oleh sistem pernapasan (droplets). Air liur yang keluar saat bicara atau bersin adalah droplets.

Beberapa kemungkinan yang dapat menularkan virus corona baru (SARS-CoV-2) ini, antara lain:

  • Melalui droplets (air liur yang keluar saat batuk dan bersin tanpa menutup mulut, bahkan berbicara). 
  • Melalui sentuhan atau jabat tangan orang yang terinfeksi. 
  • Menyentuh permukaan atau benda yang terkena virus , kemudian menyentuh hidung, mata, atau mulut. 

SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19 memiliki masa hidup yang berbeda-beda ketika berada di luar tubuh (permukaan benda), misalnya:

  • Permukaan tembaga, mampu hidup hingga 4 jam
  • Karton/kardus, hingga 24 jam
  • Plastik dan stainless steel, hingga 2-3 jam

Kemampuan virus baru ini dalam hal bermutasi juga menjadi salah satu teori yang dipercaya membuatnya mudah menular.

Diagnosis dan Pengobatan

Berikut adalah beberapa hal yang mungkin dilakukan dokter untuk  mendiagnosis pasien covid-19.

  • Memeriksa riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan
  • Menanyakan riwayat perjalanan.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Melakukan tes darah.
  • Melakukan tes laboratorium terhadap dahak, sampel dari tenggorokan, dari hidung atau spesimen pernapasan lainnya.

Beberapa metode yang juga digunakan untuk mendiagnosis virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yakni:

Tes cepat (rapid test) 

Rapid tes atau tes cepat adalah pemeriksaan imunoglobulin sebagai screening awal. Tes imunoglobulin ini merupakan pemeriksaan reaksi antibodi tubuh terhadap virus SARS-CoV-2. Apabila terdeteksi adanya antibodi terhadap virus ini di dalam tubuh, seseorang dapat dikatakan positif Covid-19, sekalipun ia tak bergejala.

Tes ini lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan tes PCR untuk Covid-19. Meski begitu, interpretasi hasil pemeriksaan tetap harus dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

Pemerintah Indonesia melakukan tes ini dengan tujuan mengetahui lebih cepat sejauh mana penyebaran virus corona sehingga bisa ditekan. Namun, tes ini memiliki sensitivitas lebih rendah.

Itu sebabnya, orang yang hasilnya positif pada tes ini akan tetap melakukan konfirmasi lagi dengan mengikuti tes Covid-19 RT-PCR.

Covid-19 RT-PCR

Dilansir dari situs Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), Covid-19 dapat didiagnosis dengan melakukan tes Covid-19 RT-PCR., mungkin lebih akrab mendengarnya dengan sebutan tes PCR untuk Covid-19.

Covid-19 RT-PCR bertujuan untuk menentukan adanya asam nukleat (materi genetik) dari SARS-CoV-2 pada bagian pernapasan atas dan bawah.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang berasal saluran pernapasan orang yang dicurigai terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Di Indonesia sendiri, metode yang paling sering digunakan untuk mengambil sampel adalah swab.

Metode ini dilakukan dengan mengusapkan kapas (cotton bud) untuk mengambil sampel cairan/lendir dari tenggorokan.

 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggunakan beberapa status yang berhubungan dengan Covid-19 sebelum menetapkan diagnosis penyakit ini.

Dikutip dari  Pedoman Pencegahan dan Pengendalian coronavirus disease ( Covid-19 ), berikut adalah tahapan-tahapan pasien sebelum ia pasti dinyatakan positif Covid-19:

  1. Orang dalam Pemantauan (ODP)

Seseorang yang mengalami demam (lebih dari 38℃) atau riwayat demam, atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek, sakit tenggorokan, atau batuk. ODP juga termasuk orang yang punya riwayat bepergian ke daerah di mana wabah terjadi.

  1. Pasien dalam Pengawasan (PDP)

Disebut juga suspek yaitu seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). PDP juga didefinisikan sebagai orang yang memiliki riwayat perjalanan ke lokasi wabah terjadi pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. PDP juga seseorang yang melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi Covid-19 selama 24 hari terakhir.

  1. Kasus Probabel

Orang yang masuk dalam kategori ini adalah pasien dalam pengawasan (PDP) yang diperiksa untuk Covid-19. Meski begitu, dalam tahap ini masih belum dapat disimpulkan apakah positif atau tidak.

  1. Kasus konfirmasi

Orang pada tahap ini sudah ditetapkan memiliki Covid-19 melalui hasil pemeriksaan laboratorium yang positif.

CARA PENCEGAHAN

Hingga saat ini, belum ditemukan vaksin untuk  mencegah virus corona penyebab Covid-19. Penelitian masih terus dilakukan untuk segera menemukan penangkalnya.

Meski begitu, Anda masih bisa melakukan sesuatu untuk mencegah Covid-19, di antaranya:

  • Cuci tangan lebih sering dengan sabun dan air.
  • Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakan  hand sanitizer berbasis alkohol.
  • Hindari berjabat tangan dengan orang lain untuk sementara waktu.
  • Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan. 
  • Tetaplah dirumah sakit jika sakit alias lakukan isolasi diri.  
  • Lakukan social distancing atau memberi jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, khususnya yang sedang batuk atau bersin.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

 

Sumber : Hellosehat.com

 

 

 

 

 

 

 

KUPANG. Pada  beberapa minggu belakangan ini musim hujan  berdampak pada penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Puskesmas Penfui melakukan abatesasi pada hari sabtu  (08/2/2020), di wilayah kerja Puskesmas penfui, ada tiga kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas Penfui, yaitu Kelurahan Penfui, Kelurahan Naimata, dan Kelurahan Maulafa.

Kegiatan Abatesasi di bantu  60 orang mahasiswa dari tiga kampus yaitu  mahasiswa dari Poltekkes, mahasiswa Stikes Maranatha, serta mahasiswa dari Universitas Citra Bangsa, untuk membagi langsung kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Penfui dan petugas medis dari Puskesmas Penfui. Sebelum turun kelapangan kepala Puskesmas Penfui ibu dr. Maria Stephani dan pengelola DBD yaitu ibu Naurma Y Do Lalu memberi briefing, yaitu membagi kelompok untuk turun langsung ke rumah-rumah penduduk wilayah kerja puskesmas Penfui, dan memberi info tentang takaran abate pada bak penampungan air, dan memantau jentik nyamuk yang ada di bak penampungan air, atau di benda-benda sekitar apakah ada jentik nyamuk.

Demam berdarah atau dikenal dengan DBD adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Ada dua jenis nyamuk yang menjadi kurir penyebaran virus dengue, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah  nyamuk betina jenis Aedes aegypti.

Abatisasi yaitu pemberian serbuk abate pada tempat-tempat yang digenangi air termasuk bak mandi, jambangan bunga dan sebagainya dengan tujuan membunuh jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti dan mencegah terjadinya wabah DBD. Pemberian serbuk abate dilakukan dua sampai tiga bulan sekali, dengan takaran 10 gr abate untuk 100 liter air.

Meskipun Puskesmas  Penfui juga  sudah membagi abate kepada masyarakat, Puskesmas Penfui juga menggalakkan program Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M

   Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang kurangnya seminggu sekali.

  Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.

  Mengumpulkan, menguburkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, plastik, dan lain-lain.

Hal ini dinilai perlu digencarkan untuk memberantas penyakit demam berdarah.

Selain cara 3 M ada bberapa cara agar kita bisa terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yaitu :

  1. Mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging).
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan barang-barang bekas penampung air lainnya yang ada di rumah maupun diluar rumah.
  4. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah.
  5. Memasang kelambu
  6. Memakai losion anti nyamuk, namun jangan gunakan losion pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  7. Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi dari gigitan nyamuk.

Untuk itu mari kita tingkatkan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, dengan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). okpur

 

 

 

 

 

KUPANG, Pemberian kapsul vitamin A diberikan setiap bulan Februari dan Agustus di setiap Puskesmas dan Posyandu. Obat kapsul vitamin A memiliki dua jenis, yaitu kapsul biru (dosis vitamin A 100.000 IU) kapsul ini diperuntukkan untuk bayi berusia 6 hingga 11 bulan dan ada juga kapsul merah (dosis vitamin A 200.000 IU), kapsul ini diperuntukkan untuk anak berusia 12 hingga 59 bulan serta ibu dalam masa nifas.

KUPANG, Puskesmas Penfui mengadakan rapat capaian cakupan program  tahun 2019  pada hari ini, tanggal 1 Februari 2020 bertempat di Ruang Aula Puskesmas Penfui.

 

KUPANG – Puskesmas Penfui mengadakan acara Natal Bersama dan pisah sambut kepala puskesmas Penfui di aula Puskesmas Penfui, pada hari  Jumat (10/1/2020) siang, sehabis pelayanan.

Acara perpisahan  dengan bapak Jermias D Ledoh, S.KM di warnai dengan haru sampai meneteskan air mata karena beliau sudah mengabdi dan bersama para staff  selama 3 tahun 10 bulan sebagai kepala Puskesmas Penfui , dan menyambut ibu kepala Puskesmas Penfui yang baru yaitu ibu dr. Maria Stephani.

Natal Bersama yang diikuti seluruh tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskemas Penfui ini diharapkan membangun semangat baru dalam pelayanan kepada masyarakat.

Acara Natal Bersama diawali dengan ibadat Natal dipimpin  Pdt. Apliana Boboy Kalegotana,S.Si,MH, dengan Thema  "JADILAH SAHABAT BAGI SEMUA ORANG. Selain para tenaga kesehatan, Natal Bersama juga dihadiri  warga sekitar Puskesmas Penfui. Staff Puskesmas Penfui juga  mempersembahkan sejumlah lagu pujian natal pada acara natal bersama.

Dalam kotbahnya, Pdt. Apliana Boboy Kalegotana,S.Si,MH  mengatakan, kelahiran Yesus membawa damai sejahtera bagi seluruh umat manusia, seperti tema "Jadilah Sahabat Bagi Semua Orang".  Karena itu, Pdt. Apliana Boboy Kalegotana,S.Si,MH  mengingatkan, natal haruslah membawa arti bagi manusia termasuk bagi tenaga kesehatan di lingkup Puskesmas Penfui. Dengan semangat Natal, diharapkan para tenaga kesehatan melayani masyarakat dengan penuh kasih dan terus meningkatkan pengabdian dalam pelayanan kesehatan.

 Kepala Puskesmas Penfui, dr. Maria Stephani  mengatakan, sebagai tenaga medis di puskesmas yang menangani pasien secara langsung, tenaga kesehatan dituntut memberi pelayanan terbaik kepada pasien. Melayani pasien dengan senyum sukacita dan penuh kasih supaya para pasien merasa puas dengan pelayanan.

“Marilah kita melayani masyarakat dengan penuh ketulusan dan kerendahan hati serta senyum. Melayani dengan penuh kasih agar  pasien tetap semangat dalam pelayanan puskesmas, dari loket  pendaftaran, poli-poli sampai dengan apotik sehingga pasien  mendapatkan kesembuhan,”

Diakhir acara juga diadakan cross kado dengan sesama staff, seabagai bentuk kebersamaan agar senantiasa kompak dan saling mengasihi. (okpur)

 

 

 

DEFENISI

Apa itu sakit pinggang belakang?

Sakit pinggang belakang adalah rasa nyeri yang muncul di area bawah punggung, tepatnya di atas tulang ekor (garis bokong) dan di bawah dekat tulang rusuk.

Dalam dunia kedokteran, sakit pinggang belakang lebih tepat disebut sebagai sakit punggung bawah alias low back pain.

Bagian belakang tubuh (punggung) tersusun oleh tulang belakang yang didukung oleh cakram, sumsum, serabut saraf, hingga otot dan ligamen. Otot perut membantu mendukung tulang belakang.

Trauma yang terjadi di mana pun di daerah tersebut bisa menyebabkan rasa sakit pada pinggang belakang (punggung bawah).

Sakit pinggang belakang bawah dapat bersifat nyeri akut (muncul tiba-tiba dan cepat hilang) ataupun nyeri kronis (muncul bertahap dan berlarut-larut).

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit pinggang belakang?

Gejala sakit pinggang belakang biasanya muncul ketika punggung bagian bawah Anda cedera atau mengalami trauma. Beberapa tanda khas dari kondisi ini meliputi:

  •  sensasi terbakar atau panas di pinggang bagian belakang
  • Kesemutan
  • Rasa sakit ringan atau bahkan tajam yang menyebabkan Anda tidak bisa bergerak

Tergantung pada penyebabnya, Anda mungkin mengalami rasa sakit di kaki, pinggul, atau telapak kaki. Selain itu, kaki Anda juga mungkin jadi terasa lebih lemah sehingga kesulitan untuk berdiri.

Gejala sakit pinggang belakang biasanya hilang setelah beberapa hari atau minggu pengobatan. Namun, apabila rasa sakit masih terasa lebih dari tiga bulan, bisa dikatakan menjadi sakit tulang belakang yang kronis dan memerlukan penyembuhan lebih lanjut.

Mungkin ada gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang tanda-tandanya, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan atau kekhawatiran silakan konsultasikan ke dokter Anda. Status dan kondisi bisa berbeda bagi setiap orang.

Apabila setelah 48-72 jam rasa sakit pada pinggang belakang tidak juga mereda, sebaiknya Anda pergi ke dokter. Selalu diskusikan dengan dokter untuk metode diagnosis, perawatan, dan pengobatan terbaik bagi Anda.

PENYEBAB

Apa penyebab sakit pinggang belakang?

Benturan keras di punggung bawah karena trauma atau cedera dapat menyebabkan rasa nyeri yang berlangsung selama 1 sampai 7 hari. Bahkan rasa nyeri ini bisa bersifat kronis dan berlangsung lebih lama, sekitar 3 bulan.

Penyebab sakit pinggang belakang adalah:

  • Gerakan tiba-tiba bisa menyebabkan nyeri pinggang belakang
  • Lemak
  • Postur tubuh yang buruk
  • Lemah otot dan sakit perut
  • Terlalu banyak duduk
  • Mencoba untuk mengambil sesuatu
  • Kondisi ini juga bisa terjadi dengan penyakit lain, seperti:
  • Cedera otot

Saat melakukan aktivitas yang terlalu berlebihan, otot, dan ligamen yang berada di sekitar pinggang dapat meregang bahkan robek. Saat cidera otot, Anda bisa merasakan punggung di bagian menjadi kaku serta terjadi kejang otot sehinggga menyebabkan sakit pinggang belakang bawah.

Berikut faktor-faktor lain yang bisa menyebabkan sakit pinggang belakang:

Saraf kejepit

Perlu diketahui bahwa saraf di bagian belakang lebih rentan mengalami cedera. Sebaiknya, Anda lebih berhati-hati karena risiko untuk terjadi bagian luar saraf yang robek, sakit pinggang belakang pun bertambah seiring bertambahnya usia.

Hal yang lebih parah bisa terjadi saat piringan yang ada di tulang rawan mendorong sumsum tulang belakang sehingga membuat sakit di bagian belakang berlangsung lebih dari 72 jam.

 

Penyempitan tulang belakang

Spinal stenosis atau bisa juga disebut sebagai penyempitan tulang belakang adalah kondisi ketika tulang belakang menyempit. Tekanan pada sumsum tulang belakang juga saraf di sekitarnya bisa menyebabkan mati rasa, kram, serta sakit pinggang belakang.

Abnormal spine

Abnormal spine atau lekukan tulang belakang yang tidak normal terdiri dari beberapa jenis seperti skoliosis, kifosis, atau lordosis. Lengkungan yang tidak biasa pada tulang belakang ini bisa memberikan tekanan pada otot, tendon, ligamen, serta menyebabkan sakit pinggang belakang.

Radang sendi

Peradangan pada area persendian tulang panggul biasanya diawali dengan robekan kecil. Dari kerusakan tersebut hingga menimbulkan rasa nyeri, butuh proses pergeseran tulang yang terjadi secara berulang kali.

Tekanan berlebihan secara terus-menerus menyebabkan persendian sedikit bergerak dan hal tersebutlah yang akhirnya menimbulkan rasa sakit pinggang belakang dan kaku.

Selain itu, sakit pinggang belakang juga bisa disebabkan oleh  fibromyalgia dan beberapa penyakit serius (tapi jarang) seperti kanker, penyakit ginjal, atau penyakit darah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena sakit pinggang belakang?

Siapa pun bisa mengalami sakit di pinggang belakang. Bahkan anak-anak dan remaja pun bisa mengalaminya.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko sakit punggung bawah, adalah:

  • Kelebihan berat badan
  • Jarang olah raga
  • Sering mengangkat beban berat

Berdasarkan statistik, orang-orang dengan masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan berisiko tinggi terkena sakit pinggang, meskipun penyebab dan kaitan pastinya belum diketahui.

Obat & Pengobatan

Pengobatan sakit punggung bawah tergantung pada penyebab dan berapa lama sakitnya berlangsung.  Obat anti-peradangan) dapat membantu meringkankan rasa sakit. Nyeri yang lebih parah mungkin perlu diobati menggunakan obat yang lebih kuat yang mengandung opium untuk pemakaian jangka pendek. Untuk gejala otot kejang, dokter akan meresepkan obat pelemas otot.

Namun, memang semua obat berpotensi menimbulkan efek samping. Obat antiradang dapat menyebabkan sakit perut, bisul, ruam, dan masalah hati dan ginjal. Relaksan otot dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau ruam.

Selain itu, Anda dapat menggunakan metode fisioterapi untuk membantu mengurangi rasa sakit. Metode ini lebih efektif untuk pasien dengan nyeri lumbar kronis, kondisi pasien dapat diperbaiki berkat latihan untuk punggung bawah dan perut.

Apa tes yang dilakukan untuk sakit pinggang belakang?

Dokter Anda akan melakukan diagnosis dengan mengambil riwayat medis dan pemeriksaan klinis. Rontgen atau  MRI dapat dilakukan jika diperlukan hasil gambar tulang, saraf, cakram, atau daerah lain yang lebih jelas.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan tes darah untuk mengetahui apakah rasa sakit pinggang belakang adalah karena penyakit lain dengan gejala yang sama.

Pengobatan di rumah

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah yang dapat membantu Anda mengatasi sakit pinggang belakang adalah:

  • Minum obat teratur, sesuai dengan resep dokter
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan
  • Sebaiknya latihan peregangan untuk memperkuat pinggang setiap hari
  • Jaga postur tubuh yang tepat saat duduk, berjalan, atau mengangkat beban
  • Mengompres pinggang belakang yang sakit dengan handuk dingin atau hangat

Namun, perlu diingat kembali bahwa pengobatan yang Anda lakukan sendiri di rumah perlu diperhatikan kembali.

Jika selama 72 jam setelah rasa sakit pinggang belakang tidak terjadi perubahan, sebaiknya Anda langsung bertemu dan berkonsultasi dengan dokter.

Lalu, Anda juga bisa mencoba posisi tidur yang tepat untuk mengatasi sakit pinggang belakang bawah, seperti:

Posisi telentang dengan bantal mengganjal lutut

Berbaring telentang dengan punggung lurus di atas kasur dianggap sebagai posisi tidur terbaik untuk kesehatan punggung.

Anda bisa menempatkan bantal kecil di bawah lutut sebagai penopang tambahan sehingga posisi tubuh dari kepala hingga kaki sejajar.

Posisi telentang dengan menyandar dan berbaring

Posisi ini dilakukan persis seperti saat Anda duduk pada kursi yang memiliki sandaran.

Tidur dalam posisi berbaring bisa memberi keuntungan pada penderita sakit pinggang belakang, terutama pada orang dengan spondylolisthesis isthmic.

Posisi meringkuk seperti janin

Posisi ini selain bagus untuk orang yang menderita sakit pinggang belakang juga bagus untuk orang yang menderita saraf kejepit. Dengan posisi ini tubuh membuka ruang untuk sendi-sendi di antara tulang belakang.

Posisi menyamping dengan bantal di antara kedua lutut

Bagi penderita sakit pinggang belakang, posisi ini bisa menekan pinggang dan menarik tulang belakang keluar dari posisi.

Namun, Anda tetap bisa menggunakan posisi tidur menyamping dengan cara menyelipkan bantal atau guling di antara kedua lutut.

Bantal akan menjaga pinggul, panggul, dan tulang belakang Anda dalam posisi yang lebih baik.

Posisi telungkup

Tidur dengan posisi telungkup di atas perut pada dasarnya kurang bagus untuk nyeri punggung maupun sakit pinggang belakang. Hal ini dikarenakan tekanan pada leher akan meningkat.

Anda bisa mengakalinya dengan menaruh bantal di perut untuk memperbaiki kesejajaran tulang belakang.

Pencegahan

Apa saja pencegahan yang dilakukan untuk sakit pinggang belakang?

Ada banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sakit pinggang belakang. Tidak hanya itu saja, jika Anda juga rutin melakukan tindakan pencegahan kemungkinan akan meminimalisir gejala sakit pinggang belakang akut.

Beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Melatih otot di bagian perut serta belakang pinggang
  • Menurunkan berat badan kalau Anda obesitas
  • Berhati-hati saat akan mengangkat barang yang berat
  • Menjaga dan melatih postur tubuh yang benar
  • Tidur di permukaan yang kukuh
  • Menghindari pemakaian sepatu tinggi

Salah satu olahraga yang bagus sebagai bentuk pencegahan terjadinya sakit pinggang belakang adalah yoga.

 

 

Sumber: hellosehat.com

 

WASPADA DEMAM BERDARAH......

Rabu, 18 Desember 2019 05:37

 

PENYAKIT DEMAM BERDARAH DAN PENULARANNYA.

Demam berdarah atau dikenal dengan DBD adalah penyakit menular akibat gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Ada dua jenis nyamuk yang menjadi kurir penyebaran virus dengue, yaitu Aedes aegypty dan Aedes albocpictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah  nyamuk betina jenis Aedes aegypty.

Meski disebut penyakit menular, penyakit DBD tidak ditularkan dari orang ke orang, seperti flu atau pilek. Virus dengue membutuhkan perantara, yaitu nyamuk untuk mematangkan virus. Kemudian, ketika nyamuk pembawa virus ini menggigit kulit manusia, virus akan berpindah dari lewat gigitan tersebut.

Orang yang sudah terinfeksi virus dengue dapat menularkan infeksi selama 4 hingga 5 hari setelah gejala DBD pertama muncul. Bahkan, bisa terus menyebarkan infeksi virus hingga 12 hari.

Cara penyebaran virusnya, yakni orang yang terinfeksi digigit nyamuk. Kemudian, virus berpindah ke tubuh nyamuk dan berinkubasi selama 4 hingga 10 hari. Selanjutnya, jika nyamuk tersebut menggigit orang yang sehat, maka virus akan berpindah dan menyebabkan infeksi.

GEJALA DEMAM DENGUE PADA FASE DEMAM

  1. Demam tinggi mendadak
  2. Sakit kepala parah
  3. Nyeri tubuh, mual, dan muntah
  4. Kelelahan

GEJALA DEMAM DENGUE PADA FASE KRITIS

  1. Ruam merah pada kulit

Salah satu gejala khas dari demam berdarah selain demam tinggi mendadak, yakni munculnya ruam pada kulit. Munculnya ruam menandakan bahwa pasien telah memasuki fase kritis. Pada tahap ini, lebih baik jika pasien segera mendapatkan perawatan medis.

Ruam demam berdarah biasanya muncul pada area wajah, kemudian menyebar hingga ke bagian leher, dan dada. Namun, bisa juga muncul di area telapak tangan, bawah kaki, dan bagian tubuh lainnya.

Jika diperhatikan dengan jelas, ruam DBD terlihat seperti gigitan nyamuk. Bintik merah tersebut tidak berair maupun menonjol, seperti cacar air dan akan berkurang pada hari ke-4 dan ke-5 hingga akhirnya hilang pada hari ke-6.

  1. Perdarahan dan plasma leaked

Saat virus dengue masuk ke tubuh, secara otomatis sistem imun akan menghancurkan virus tersebut. Sayangnya, sistem imun tidak mampu melawan virus dengue. Hal ini menyebabkan sistem imun mengaktifkan sel endotel—lapisan tunggal yang membungkus pembuluh darah.

Awalnya, celah sel endotel berukuran sangat kecil. Namun, karena sistem imun secara terus-menerus diaktif, celahnya akan semakin membesar. Akibatnya, plasma darah, glukosa, dan nutrisi lainnya keluar dari celah tersebut. Kondisi ini disebut juga dengan plasma leakage atau kebocoran plasma.

Kebocoran plasma ini bisa menyebabkan aliran darah jadi lebih lambat. Sel-sel dalam tubuh pun tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup. Jika tidak diobati, kondisinya akan semakin parah. Mulai dari pembesaran hati, kegagalan sistem peredaran darah, perdarahan hebat, syok, hingga kematian bisa terjadi.

Beberapa tanda dan gejala DBD pada fase kritis yang sangat butuh pertolongan perawatan dokter :

  • Nyeri hebat pada perut
  • Muntah secara terus-menerus
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah
  • Feses berwarna hitam
  • Kulit pucat dan terasa dingin ketika disentuh
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Trombosit menurun

Bagaimana mengobati penyakit DBD?

Hingga kini belum ditemukan pengobatan khusus untuk menyembuhkan demam berdarah. Namun, upaya yang dilakukan tenaga medis untuk mengurangi gejala demam berdarah supaya tidak semakin parah adalah menjadi kebutuhan cairan tubuh pasien. Mengapa?

Gejala demam berdarah seperti demam tinggi mendadak, menyebabkan pasien mengeluarkan banyak keringat. Meningkatnya suhu tubuh tersebut bisa mengurangi kadar cairan air dalam tubuh.

Ditambah dengan gejala mual dan muntah, yang sebagian besar membuat makanan atau minuman yang sudah tertelan keluar dari tubuh. Apalagi jika kebocoran plasma terjadi. Plasma yang mengandung 91% air, darah, dan glukosa bisa keluar dari pembuluh darah. Inilah sebabnya pemenuhan kebutuhan cairan adalah kunci untuk memulihkan kesehatan pasien.

Nah, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, pasien tak hanya butuh air putih saja. Pasalnya, air putih tidak mengandung nutrisi lengkap yang bisa menggantikan plasma darah yang bocor. Pasien membutuhkan cairan elektrolit yang tidak hanya terdiri dari air saja, tapi juga natrium, kalium, klorin, magnesium, kalsium, dan mineral penting lainnya bagi tubuh.

Cairan elektrolit yang biasanya diberikan pada pasien, meliputi minuman bergula, minuman elektrolit, oralit, susu, jus buah, cairan infus, atau cucian air beras.

Perlukah pasien DBD dirawat di rumah sakit?

Meski penyakit demam berdarah termasuk penyakit yang berbahaya, tidak semua pasien yang mengalami penyakit ini harus dirawat inap. Pasien harus lebih dulu menjalani tes kesehatan, seperti mengevaluasi gejala yang muncul dan tes darah.

Ketika hasil pemeriksaan kesehatan sudah muncul, barulah dokter menegakkan diagnosis bahwa pasien memang benar terkena DBD. Kemudian, berdasarkan evaluasi ini tersebut juga, dokter bisa menentukan bahwa pasien harus menjalani opname atau tidak.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) pasien dengan gejala demam berdarah yang serius wajib menjalani rawat inap. Pasalnya, masa-masa kritis akan dilewati pasien selama 24 hingga 48 jam. Ini merupakan penentu pasien dapat bertahan hidup atau tidak.

Nah, tanda-tanda pasien DBD yang harus mendapatkan rawat inap adalah pasien yang mengalami beberapa gejala dari fase kritis, seperti ruam di kulit, perdarahan, dan terus mual dan muntah. Di rumah sakit, pasien akan menerima cairan infus yang mengandung elektrolit, pemeriksaan tekanan darah secara berkala, hingga transfusi darah jika pasien membutuhkan darah akibat perdarahan.

Sebaliknya, untuk pasien yang tidak diwajibkan menjalani rawat inap, bukan berarti mereka bebas dari pengawasan dokter dan mengandalkan pengobatan rumahan. Pasien ini hanya disarankan untuk menjalani rawat jalan.

Pertimbangan dokter bagi pasien DBD untuk rawat inap

Selain kondisi kesehatan pasien, beberapa pertimbangan yang dokter ajukan pada keluarga pasien sebelum mengizinkan pasien DBD bisa melakukan rawat jalan, meliputi:

  • Persediaan cairan elektrolit di rumah memadai
  • Keluarga mampu mengecek suhu tubuh pasien dengan termometer dengan rutin
  • Kepastian bahwa makanan yang dikonsumsi pasien dapat dicerna dengan mudah
  • Kesanggupan anggota keluarga untuk menjaga pasien sepanjang hari

Jika anggota keluarga tidak memenuhi pertimbangan tersebut, biasanya dokter lebih menyarankan pasien untuk melakukan rawat inap. Termasuk jika pasien selalu menolak atau sulit untuk makan atau minum apa pun.

Selain itu, usia pasien pun turut menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan rawat inap atau opname. Terutama pada anak-anak dan bayi. Mereka cenderung mengalami gejala demam berdarah yang lebih parah dibanding orang dewasa. Apalagi, anak-anak dan bayi sangat rentan mengalami dehidrasi.

Orang dewasa biasanya lebih mudah ditangani dan dibujuk untuk minum obat, istirahat yang cukup, minum cairan elektrolit, dan makan ketimbang anak-anak.

Cara mencegah penularan penyakit DBD

Penyakit DBD tidak ditularkan melalui kontak langsung dengan pasien, melainkan gigitan nyamuk yang membawa virus. Jadi, kunci untuk mencegah penularan penyakit DBD adalah membasmi nyamuk pembawa virus. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yakni:

  1. Melakukan gerakan 3M

Gerakan 3M adalah upaya yang digalakkan oleh pemerintah untuk memusnahkan nyamuk pembawa virus dengue. Gerakan ini terdiri dari 3 tindakan, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.

Nyamuk pembawa virus berkembang biak dengan baik pada genangan air yang tenang dan bersih. Itu artinya, nyamuk bisa berada di dalam rumah dan di lingkungan tempat tinggal Anda, misalnya bak mandi, vas bunga, tempat minum burung, atau kaleng dan botol yang tidak terpakai.

Supaya nyamuk tidak berkembang biak, Anda harus rajin menguras dan membersihkan wadah-wadah tersebut. Kemudian, tutup tempat penampungan air supaya nyamuk tidak dapat masuk ke dalamnya. Selanjutnya, pastikan lingkungan bebas sampah kaleng atau botol bekas dengan cara menguburnya di halaman belakang atau melakukan daur ulang.

  1. Gunakan tanaman pengusir nyamuk

Selain gerakan 3 M, Anda juga bisa menggunakan menghiasi rumah dengan tanaman pengusir nyamuk, seperti lavender, tapak dara (geranium) bunga kenikir, daun mint, tanaman jeruk, dan sereh.

Tanaman tersebut memiliki aroma yang khas yang dibenci oleh nyamuk. Selain membuat rumah Anda tampak lebih cantik, tanaman tersebut juga mampu mengusir nyamuk dari rumah Anda.

  1. Manfaatkan wadah yang menjadi sarang nyamuk

Jika Anda memiliki kolam kecil yang tidak terpakai, genangan air yang ada bisa menjadi sarang bagi nyamuk pembawa virus dengue. Supaya nyamuk tidak tinggal di sana, manfaatkan kembali kolam tersebut.

Caranya dengan membersihkan, mengisinya kembali dengan air bersih, dan masukkan ikan pemakan jentik nyamuk, seperti ikan cupang, ikan cere, atau ikan mas.

Sumber: Hellosehat.com

 

Pada tanggal 4 s/d 7 Desember 2019, di Hotel Swisbelinn, Dinas Kesehatan Kota Kupang mengadakan Pelatihan Aplikasi SIKDA ( Sistem Informasi Kesehatan Daerah) Generik yang bekerjasama dengan Pusdatin Kementerian Kesehatan RI. Puskesmas Penfui merupakan salah satu dari 11 puskesmas yang ada di Kota Kupang yang ikut serta mengikuti kegiatan tersebut.

Pada saat Kepala Dinas kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M. Kes. membuka kegiatan pelatihan tersebut, beliau kembali  mengingatkan untuk selalu menigkuti  perkembangan teknologi dari masa kemasa, sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin canggih, untuk dapat mempercepat pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Kupang.

Aplikasi SIKDA  Generik adalah aplilkasi sistem informasi kesehatan yang mengintegrasikan sitem-sistem informasi di puskesmas, rumah sakit, dan saran kesehatan lainnya, baik itu milik swasta maupun pemerintah.  Kementrian Kesehatan telah mengembangkan aplikasi SIKDA Generik sebagai sarana untuk mengumpulkan data hasil kegiatan puskesmas dalam rangka mendukung rencana strategis kementrian kesehatan di bidang pengembangan Sistem Informasi Kesehatan. SIKDA generik juga merupakan salah satu upaya kementrian kesehatan dalam menerapkan standarisasi Sistem Informasi Kesehatan sehingga dapat tersedia data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat dan cepat  dalam mengambil kebijakan di bidang kesehatan baik di tingkat pusat atau pun daerah dengan mendayagunakan teknologi, informasi, dan komunikasi.

Untuk itu, dengan adanya pelatihan SIKDA Generik  diharapkan  nakes dapat menggukan Apliksi SIKDA Generik, dan  Puskesmas Penfui  siap untuk menggunakan aplikasi SIKDA Generik pada waktu yang telah ditetapkan sehingga mampu meningkatkan pelayanan, mempunyai  data yang akurat, dan informasi  kesehatan di puskesmas.(okprb)

 

SEKILAS TENTANG KANKER SERVIKS

Kamis, 07 November 2019 13:30

Kanker serviks atau biasa juga disebut dengan kanker leher rahim adalah jaringan sel kanker yang tumbuh dan berkembang secara tidak terkontrol di daerah leher rahim. Sebagian kanker rahim disebabkan karena infeksi virus Human Papiloma Virus (HPV) yang bisa ditularkan melalui hubungan seksual, entah dalam cara anal, oral, ataupun vaginal.

Wanita yang di dalam tubuhnya terdapat virus HPV mungkin bisa mengalami kanker serviks dan mungkin juga tidak mengembangkan kanker serviks. Namun, wanita yang mempunyai virus HPV di dalam tubuhnya dan ditambah dengan gaya hidup yang buruk mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menderita kanker serviks.

Kebanyakan kasus kanker serviks ditemukan pada stadium lanjut. Hal ini terjadi karena saat masih dalam stadium awal, kanker serviks umumnya tidak menimbulkan gejala apapun. Padahal, semakin dini kanker serviks terdiagnosa,  maka peluang untuk sembuhnya semakin besar.

CARA MENCEGAH KANKER SERVIKS

  1. Rutin melakukan pemeriksaan pap smear

Pap smear merupakan salah satu cara terbaik sebagai lini pertahanan pertama untuk mencegah kanker serviks. Metode screening satu ini berfungsi untuk mendeteksi sel-sel dalam leher rahim yang berpotensi menjadi kanker nantinya.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear pertama kali pada usia 21 tahun, terlepas apakah Anda sudah pernah berhubungan seksual atau belum. Tapi, jika usia Anda sudah lebih dari 21 tahun, Anda belum terlambat untuk segera melakukan pemeriksaan ini.

Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin setiap tiga tahun sekali (tanpa disertai tes HPV), bagi Anda yang berusia 21-30 tahun. Sedangkan bagi Anda yang berusia lebih dari 30 tahun, Anda disarankan untuk melakukan pap smear (disertai dengan tes HPV) setiap lima tahun sekali. Lakukan pemeriksaan pap smear segera rutin untuk mengurangi risiko kanker serviks. Jangan lupa, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum Anda memutuskan melakukan pemeriksaan ini.

  1. Mendapatkan vaksinasi HPV

Cara lain yang tidak kalah penting untuk mencegah kanker serviks adalah melakukan vaksinasi HPV. Jika Anda wanita dan laki-laki berusia antara 9 sampai 26 tahun, Anda disarankan untuk mendapatkan vaksin ini.

Pada dasarnya vaksin HPV paling ideal diberikan pada mereka yang memang belum aktif secara seksual. Tapi, semua orang dewasa yang aktif secara seksual dan belum pernah mendapatkan vaksin ini sebelumnya, sebaiknya segera melakukan vaksinasi.

Wanita yang sudah aktif secara seksual harus melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu sebelum mendapatkan vaksin HPV. Jika hasil pap smear normal, Anda boleh langsung mendapatkan vaksin HPV. Namun, jika pemeriksaan pap smear tidak normal, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melakukan diagnosis lebih lanjut.

Meski vaksin HPV bisa mengurangi risiko kanker serviks, tapi vaksin ini tidak menjamin Anda terlindung sepenuhnya dari penyakit kanker serviks. Anda tetap disarankan menjalani pola hidup sehat dan pap smear secara rutin meski sudah mendapatkan vaksinasi HPV.

  1. Hindari merokok

Anda bisa mengurangi kemungkinan terkena kanker serviks dengan tidak merokok. Tidak merokok adalah cara penting lainnya untuk mengurangi risiko kanker serviks. Pasalnya, racun rokok bersifat oksidatif sehingga bisa memicu sel kanker muncul dan bertambah ganas.

  1. Lakukan seks yang aman

Lebih dari 90 persen kanker serviks disebabkan karena terinfeksi virus HPV. Penyebaran virus ini terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman, maka gunakan kondom ketika berhubungan seksual untuk mengurangi risiko tertular HPV.

Selain itu, risiko tertular HPV juga meningkat apabila sering bergonta-ganti pasangan seksual. Wanita yang hanya memiliki satu pasangan pun bisa terinfeksi virus ini jika pasangannya memiliki banyak pasangan seksual lain.

  1. Menjaga kebersihan vagina

Selain melakukan pap smear untuk mencegah kanker serviks, Anda juga harus menjaga kebersihan vagina terutama saat menstruasi dan keputihan. Menggunakan cairan antiseptik kewanitaan yang mengandung povidone iodine mungkin bisa Anda lakukan untuk menjaga kebersihan vagina Anda, terutama ketika masa “red day” atau menstruasi.

Sumber : hellosehat.com

Tips untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Minggu, 13 Oktober 2019 09:55

Jantung merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti. Jantung berperan penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh untuk menunjang kelangsungan hidup. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kesehatan jantung dipelihara agar terhindar dari berbagai penyakit yang dapat merusaknya.

Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, seperti menjalani gaya hidup dan pola makan yang sehat. Mungkin Anda juga sudah sering mendengar dokter menganjurkan untuk rutin olahraga, menjaga berat badan ideal, dan tidak merokok. Hal ini karena beberapa langkah tersebut merupakan metode yang efektif untuk menjaga kesehatan jantung.

 

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Berikut ini beberapa pilihan gaya hidup untuk menjaga kesehatan jantung:

  1. Menghentikan kebiasaan merokok
    Perokok memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner. Tidak hanya perokok sendiri, orang-orang di sekitarnya yang menghirup asap rokok ( perokok pasif) juga lebih berisiko mengalami penyakit tersebut.
    Hal ini karena zat beracun pada rokok dapat merusak pembuluh darah jantung, sehingga lama kelamaan aliran darah pada jantung menjadi terganggu. Akibatnya, fungsi jantung juga akan terganggu karena kekurangan oksigen dan nutrisi.
  2. Melakukan aktivitas fisik (olahraga) secara rutin
    Aktif secara fisik atau rutin olah raga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Sempatkan waktu untuk berolahraga sekitar 20 – 30 menit setiap hari, karena manfaatnya sangat baik untuk kesehatan jantung. Pilihan olahraga ini bisa berupa jalan kaki, jogging, berenang, atau sekadar naik turun tangga.
  3. Mengonsumsi ikan
    Mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 dapat membantu mencegah penyakit jantung. Ikan adalah salah satu makanan yang kaya akan asam lemak omega-3.
    Anda dapat memilih ikan , sarden, tuna, atau salmon. Konsumsilah ikan jenis ini dua kali seminggu secara teratur untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan asam lemak omega-3.
  4. Mengonsumsi lebih banyak serat
    Menu makanan kaya akan serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Serat bisa didapatkan dari buah-buahan, sayuran, gandum, kacang, dan sereal. Penuhilah kebutuhan serat paling tidak 30 gram per hari.
    Perlu diperhatikan bahwa konsumsi makanan berserat harus dilakukan secara bertahap. Sebaiknya jangan makan sayuran dalam jumlah banyak sekaligus, karena dapat mengakibatkan perut kembung. Saat mengonsumsi serat, minumlah lebih banyak air putih untuk melancarkan pencernaan.
  5. Mengurangi konsumsi lemak jenuh
    Terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kolesterol di dalam darah. Kolesterol yang menumpuk berpotensi menyumbat pembuluh darah jantung.
    Oleh karena itu, batasi konsumsi lemak jenuh. Lemak jenis ini banyak terdapat pada daging merah, kulit ayam, makanan olahan, makanan yang digoreng, margarin, serta produk susu kaya lemak.
  6. Menjaga tekanan darah
    Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Jika hal ini terjadi pada pembuluh darah organ-organ yang penting, seperti jantung dan otak, dapat berakibat fatal.
    Rutin berolahraga, mengurangi asupan garam, serta membatasi minuman beralkohol adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi.
  7. Menjaga kadar gula darah
    Kadar gula darah yang tinggi tidak hanya dapat membuat Anda terkena diabetes, namun juga membuat Anda berisiko terkena penyakit jantung. Hal ini karena gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengendalikan jantung serta pembuluh darah.
    Beberapa upaya untuk mengurangi risiko  diabetes dalah mengganti nasi putih dengan nasi merah, dan mengurangi asupan gula. Selain itu, periksakan kadar gula darah secara rutin, terutama jika usia Anda di atas 45 tahun.
  8. Mendapatkan istirahat yang cukup
    Usahakan untuk tidur selama 7-8 jam setiap hari. Kurang istirahat dapat meningkatkan risiko terkena penyakit darah tinggi, diabetes, dan serangan jantung.

Menjaga kesehatan jantung dapat dimulai dengan membiasakan gaya hidup sehat. Selain beberapa langkah di atas, Anda juga disarankan untuk mengelola stres dan memeriksakan kesehatan secara rutin ke dokter agar kesehatan jantung Anda tetap terjaga.

Sumber : www.alodokter.com

 

Halaman 1 dari 3